Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pertemuan Di Makassar Bisa Jadi Tonggak Soliditas KIB

Sabtu, 5 November 2022 09:46 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto/Ist
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti mengatakan, ada dua alasan kenapa Makassar dijadikan tempat pertemuan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Salah satunya, untuk menunjukkan kemampuan konsoliditas Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

“Dengan dia (Airlangga-red) kuat di Makassar, yang merupakan daerah Pak Jusuf Kalla, dia mau mengatakan, dia bisa konsolidasi kok Makassar, atau Sulawesi Selatan di bawah koordinasi Airlangga,” kata Ray, Jumat (4/11) malam.

Selain alasan itu, Makassar yang merupakan basis Golkar, kini mulai ramai dukungan atas Partai NasDem dan Capres Anies Baswedan. Dengan konsolidasi menyeluruh, Golkar diharapkan bisa mensinergikan kekuatan mereka di Sulawesi Selatan. 

Golkar, kata Ray, masih memiliki waktu untuk memperkuat basis mereka, terkait elektabilitas. 

“Yang penting deklarasi dulu. Saya kira basis basis, Jawa Barat, akan kembali Golkar, Jawa Tengah, apalagi Indonesia timur. Dengan catatan mereka tidak punya saingan, misalnya tiba tiba PDIP ikut KIB,” jelas Ray. 

Berita Terkait : Sandiaga Uno: Maskapai Asing Bisa Setiap Hari Terbang Ke Bali

Sementara, PPP mulai bergerak untuk mengejar ketinggalan 1-2 persen meraih parliamentary threshold dengan mendukung Ganjar Pranowo. 

Dalam skenario Ray, Ganjar-Airlangga sangat relevan, memenuhi unsur elektabilitas juga berasal dari internal KIB. Nama Ganjar sering disebut oleh politisi dari PPP dan PAN. 

KIB akan bertemu di Makassar hari minggu ini dengan tuan rumah Partai Golkar. Rencananya ketiga parpol anggota KIB, yaitu Golkar, PAN dan PPP akan membahas tentang visi misi PATEN. Namun, belum pasti apakah dalam pertemuan tersebut akan menyebut nama Capres KIB atau tidak. 

Golkar masih terus mendorong Ketum Airlangga sebagai Capres. Namun PPP menyebut nama lain. Ray mengatakan, siapapun yang nantinya diusung tujuannya satu, untuk menang.  

“Hampir semua partai, bukan cuma yang ada di KIB, tetapi semua partai, rayuan pragmatis jauh lebih kuat dibandingkan rayuan idealisme. Bahwa partai-partai mau menang. Yang paling mungkin membawa mereka menang yaitu Ganjar, yang elektabilitasnya sudah di atas 30 persen,” tandas Ray.

Berita Terkait : HNW: Pramuka Bisa Jadi Sarana Santri Makin Cinta NKRI

Peluang Airlangga Besar

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, KIB akan segera mengumumkan kepastian kandidat yang bakal didukung di Pilpres 2024.

Menurutnya, ketika koalisi memprioritaskan kader internal, maka nama Airlangga Hartarto akan potensial muncul.

“KIB sebenarnya segera pastikan akan usung siapa, sekurang-sekurangnya untuk internal kader sendiri, dan itu paling potensial   ya Airlangga Hartarto. Persoalan skema pasangan akan mengikuti dinamika," terangnya.

Menurut dia, akan lebih baik ketika Airlangga dideklarasikan secara pasti. KIB akan dengan mudah mengukur kesolidan internal koalisi.

Berita Terkait : Plt Ketum PPP: Survei Partai Mulai Naik, WPP Jadi Ujung Tombak Sosialisasi

Selain itu, deklarasi juga akan mempermudah KIB dalam mensosialisasikan PATEN yang selama ini disebut sebagai program andalan koalisi. 

“Ini akan linear dengan gagasan program PATEN yang mereka kemukakan. Karena program akan lebih mudah dipahami secara elektoral jika sudah jelas tokoh yang akan dipromosikan," pungkasnya.■