Sebelumnya
Uus kemudian menawarkan, agar para PKL menempati lokbin Kota Intan yang tersedia di kawasan Kota Tua. Pedagang harus membayar retribusi yang nilainya terjangkau.
Solusi lain, PKL menyewa beberapa kios yang ada di gedung tua milik pengembang selama bulan Ramadan 1444 Hijriah ini. Salah satu gedung yang tersedia, yaitu PT Pos Indonesia.
Camat Taman Sari Agus Sulaeman mengatakan, untuk menjaga kerapian, keindahan dan kebersihan Kota Tua, pihaknya kembali melakukan penataan PKL.
Rencananya, mereka akan ditempatkan di Gedung Kementerian Keuangan di Jalan Kali Besar Timur, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari.
PKL yang akan direlokasi tersebut, berasal dari Jalan Teh dan Jalan Cengkeh yang jumlah diperkirakan sekitar 100 PKL.
Baca juga : Ratusan Anak Gelar Daur Ulang Ubah Sampah Jadi Berkah
Agus bilang, Gedung Kementerian Keuangan yang disiapkan untuk PKL yang khusus menjual makanan dan minuman tersebut sudah dibersihkan, sehingga layak ditempati.
Tak hanya itu, di dalam areal gedung juga sudah ditata dengan dibuat sekat lapak PKL, serta dilengkapi bangku dan meja. Saat ini, di gedung tersebut juga sudah ditempati oleh para PKL dari Jalan BNI.
Namun, upaya ini tak semulus yang dibayangkan. Para pedagang lebih memilih berdagang di luar dengan alasan sepi pengunjung.
“Akhirnya mereka balik jualan di jalan. Padahal kalau di jalan pakai terpal, panas kepanasan, hujan kehujanan. Di sini lebih manusiawi,” ujarnya.
Meski begitu, Agus akan terus memberikan pemahaman dan pengertian kepada para PKL.
Baca juga : Airlangga Ajak Keluarga Besar ABRI Kembali Ke Pangkuan Golkar
“Kami lakukan dengan cara persuasif agar para PKL yang berada di Jalan Teh dan Jalan Cengkeh mau pindah ke gedung Kementerian Keuangan,” tegasnya.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menginstruksikan jajaran Pemkot Jakarta Barat menjaga dan merawat kawasan Kota Tua.
“Karena ada KTT ASEAN maka level menteri, level kepala negara nanti salah satunya melihat Kota Tua,” kata Heru.
Heru meminta suku dinas terkait bersinergi dalam menata dan menjaga kawasan wisata Kota Tua. Misalnya, Suku Dinas (Sudin) Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Barat, yang menjalani tugas melakukan pembinaan para pedagang binaan di kawasan Kota Tua.
Sudin Perhubungan juga dilibatkan untuk memastikan kawasan Kota Tua tidak mengalami kemacetan saat ada kunjungan delegasi KTT ASEAN. Tidak ada lagi yang parkir di sembarang tempat.
Baca juga : Rapatkan Barisan Di Seluruh Kabupaten-Kota Di Banten
Sudin Dinas Bina Marga juga dilibatkan dalam menjaga kondisi trotoar dan lampu penerang jalan umum. Pastikan kondisi sarana dan prasarana berfungsi dengan baik.
Heru juga menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan pemantauan dan pengawasan di kawasan Kota Tua. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan bekerja sama dengan unsur Forkopimda Kota Jakarta Barat dalam hal keamanan dan kenyamanan.
“Termasuk juga Kajari, Dandim, Kapolres untuk berkolaborasi terkait pengamanan KTT ASEAN,” jelasnya.
Untuk diketahui, Jakarta akan menjadi tuan rumah pelaksanaan KTT ASEAN yang akan berlangsung pada September 2023.
“Kami berharap kawasan Kota Tua bisa menjadi ikon wisata kebanggaan yang bisa dibawa ke panggung internasional,” harap Heru. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.