Sebelumnya
Menurut dia, pengecekan kelaikan bus sangat penting mengingat jumlah pemudik menggunakan bus pada tahun ini diprediksi meningkat. Berdasarkan data penjualan tiket saat ini, keberangkatan menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur mulai ada kenaikan 30 persen dibanding tahun sebelumnya.
Selain bus umum, lanjut BKS, bus pariwisata perlu menjadi perhatian. Pasalnya, menurut data kepolisian, kecelakaan darat terbanyak terjadi berasal dari bus pariwisata karena masih banyak yang tidak terawat dengan baik.
“Saya pikir memang kerja sama antara semua lini pemerintahan dan masyarakat harus dilakukan untuk menyukseskan penyelenggaraan mudik,” tandasnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo memprediksi, pemudik Lebaran 2023 dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) meningkat 12 persen.
Baca juga : ASDP Siap Layani 4,98 Juta Pemudik Lebaran
“Tahun lalu sekitar 44 persen masyarakat di Jabodetabek mudik. Tahun ini, kami perkiraan meningkat menjadi 56 persen,” kata Syafrin.
Karena itu, pihaknya telah mempersiapkan antisipasi, khususnya penyediaan sarana dan prasarana bagi para pemudik angkutan umum.
Dishub DKI telah menyediakan empat terminal utama untuk layani pemudik. Yakni, Terminal Pulogebang, Kampung Rambutan, Kalideres, dan Terminal Tanjung Priok.
“Untuk terminal bantuan, kami menyediakan tiga yakni Terminal Muara Angke, Grogol dan Lebak bulus,” ucapnya.
Untuk diketahui, sebanyak 652 bus AKAP (Angkutan Antar Kota dan Antar Provinsi) telah diperiksa kelaikan beserta dokumen atau surat-suratnya.
Kepala Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan (UPTAJ), Syamsul Mirwan menjelaskan, untuk tes pra ramp check, komponen yang diperiksa petugas antara lain sistem penerangan, ban, wiper, sabuk pengaman dan pengereman.
Selain itu, petugas mengecek alat bantu di kendaraan seperti, alat pemecah kaca, alat pemadam api ringan, pintu darurat dan lain-lain. Sedangkan pemeriksaan surat-surat mencakup hasil uji kir, Kartu Pengawas atau Kartu Izin Trayek yang diterbitkan Kementerian Perhubungan dan STNK.
“Pra ramp check untuk memberikan kesempatan bus yang tidak memenuhi kelaikan teknis maupun administrasi untuk memperbaiki atau melengkapi kekurangan,” ujar Syamsul, Senin (10/4).
Baca juga : Dari Emas Hingga Jam Tangan, KPK Lelang Barang Sitaan Kasus Eks Dirjen Hubla
Syamsul menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan komponen fisik pada bus AKAP, masih ditemukan ketidaklaikan operasional skala minor. Seperti tidak berfungsinya lampu sein, ban, wiper dan belum tersedianya palu pemecah kaca dan tabung pemadam kebakaran.
“Perusahaan Otobus (PO) dan awak bus bersangkutan sudah diberi catatan-catatan untuk memperbaiki dan melengkapi,” kata Syamsul.
Ditambahkan Syamsul, ramp check akan dilaksanakan pada masa angkutan Lebaran mulai 14 April sampai 2 Mei 2023. Jika ditemukan bus AKAP yang tidak laik operasi saat ramp check, akan disanksi tidak boleh beroperasi atau melayani pemudik.
“Pemeriksaan ini dalam rangka memberikan keamanan dan kenyamanan kepada penumpang yang hendak mudik Lebaran,” tandasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.