BREAKING NEWS
 

Gawat, 20 Ribu Anak Kekurangan Gizi

Atasi Stunting Di DKI Butuh Tenaga Ekstra

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Rabu, 11 Oktober 2023 07:30 WIB
Peserta menggendong bayinya saat mengikuti edukasi pencegahan stunting. (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
David mengatakan, KNPS adalah sebuah organisasi baru untuk membantu menekan ang­ka stunting di Indonesia. Presi­den Joko Widodo menargetkan prevalensi stunting turun men­jadi 14 persen pada 2024.

“Tentunya dengan target terse­but diperlukan kolaborasi antar Pemerintah dan masyarakat untuk menyukseskan target tersebut,” kata David.

KNPS yang telah terbentuk di 15 Provinsi mempunyai program utama adalah mempengaruhi para perokok aktif untuk mengurangi konsumsi rokok dan mengalihkan dananya untuk membeli produk berprotein tinggi seperti telur.

Baca juga : Usai KTT ASEAN, Menteri Basuki Lepas Kepulangan PM Li Qiang Di Bandara Soetta

“Kami KNPS akan terus bergerak dan siap mengawal semua program Pemerintah di bidang pencegahan Stunting agar generasi Indonesia 2045 bisa ber­saing di dunia global,” ujarnya.

Ngabila Salama, dewan pe­nasihat KNPS mengatakan, upaya mencegah stunting sangat penting untuk persiapan bonus demografi dan menuju Indonesia Emas 2045.

“Jika lambat atasi stunting dan sulit disembuhkan, akan mempengaruhi kecerdasannya,” kata Ngabila.

Baca juga : Warga Ciherang Tak Lagi Kekurangan Air Bersih Usai Dibantu AQUA Bangun Sumur Bor

Dibeberkan Ngabila, stunting terbagi dalam empat stadium. Stadium 1 yakni weight falter­ing, stadium 2 yakni gizi kurang, stadium 3 yakni gizi buruk dan stadium 4 terparah, masuk kategori stunting.

Dia menyebut, salah satu peran kunci penanganan stunting adalah pasukan akar rumput yakni RT, RW, tokoh agama dan masyarakat, tidak terkec­uali pemuda. KNPS akan melakukan edukasi terkait empat cara penting pencegahan stunt­ing. Yaitu, pertama, cukupkan kebutuhan protein hewani ke­luarga (anak dan ibu). Kedua, siapkan fisik dan mental calon ibu yang baik, agar terhindar dari anemia, berbagai penyakit, dan memahami cara pola asuh yang baik termasuk pentingnya ASI eksklusif.

Ketiga, melengkapi imunisasi gratis. Dan keempat, melakukan deteksi dini di posyandu per bulan baik di pos RW, PAUD, daycare, dan lain-lain.

Baca juga : Vinicius Jr Cedera, El Real Kekurangan Stok Gelandang Tengah

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu 11/10/2023 dengan judul Gawat, 20 Ribu Anak Kekurangan Gizi, Atasi Stunting Di DKI Butuh Tenaga Ekstra

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense