Sebelumnya
David mengatakan, KNPS adalah sebuah organisasi baru untuk membantu menekan angka stunting di Indonesia. Presiden Joko Widodo menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 14 persen pada 2024.
“Tentunya dengan target tersebut diperlukan kolaborasi antar Pemerintah dan masyarakat untuk menyukseskan target tersebut,” kata David.
KNPS yang telah terbentuk di 15 Provinsi mempunyai program utama adalah mempengaruhi para perokok aktif untuk mengurangi konsumsi rokok dan mengalihkan dananya untuk membeli produk berprotein tinggi seperti telur.
Baca juga : Usai KTT ASEAN, Menteri Basuki Lepas Kepulangan PM Li Qiang Di Bandara Soetta
“Kami KNPS akan terus bergerak dan siap mengawal semua program Pemerintah di bidang pencegahan Stunting agar generasi Indonesia 2045 bisa bersaing di dunia global,” ujarnya.
Ngabila Salama, dewan penasihat KNPS mengatakan, upaya mencegah stunting sangat penting untuk persiapan bonus demografi dan menuju Indonesia Emas 2045.
“Jika lambat atasi stunting dan sulit disembuhkan, akan mempengaruhi kecerdasannya,” kata Ngabila.
Baca juga : Warga Ciherang Tak Lagi Kekurangan Air Bersih Usai Dibantu AQUA Bangun Sumur Bor
Dibeberkan Ngabila, stunting terbagi dalam empat stadium. Stadium 1 yakni weight faltering, stadium 2 yakni gizi kurang, stadium 3 yakni gizi buruk dan stadium 4 terparah, masuk kategori stunting.
Dia menyebut, salah satu peran kunci penanganan stunting adalah pasukan akar rumput yakni RT, RW, tokoh agama dan masyarakat, tidak terkecuali pemuda. KNPS akan melakukan edukasi terkait empat cara penting pencegahan stunting. Yaitu, pertama, cukupkan kebutuhan protein hewani keluarga (anak dan ibu). Kedua, siapkan fisik dan mental calon ibu yang baik, agar terhindar dari anemia, berbagai penyakit, dan memahami cara pola asuh yang baik termasuk pentingnya ASI eksklusif.
Ketiga, melengkapi imunisasi gratis. Dan keempat, melakukan deteksi dini di posyandu per bulan baik di pos RW, PAUD, daycare, dan lain-lain.
Baca juga : Vinicius Jr Cedera, El Real Kekurangan Stok Gelandang Tengah
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu 11/10/2023 dengan judul Gawat, 20 Ribu Anak Kekurangan Gizi, Atasi Stunting Di DKI Butuh Tenaga Ekstra
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.