RM.id Rakyat Merdeka - Suplai air bersih PAM Jaya untuk 84 kelurahan yang melayani sekitar 200.000 pelanggan atau setara dengan 1 juta jiwa, mati. Hal ini karena imbas kerusakan pipa air baku berdiameter 2.000 milimeter di Jalan Prof. Dr. Satrio, Jakarta Selatan.
Pipa berdiameter 2.000 milimeter tersebut merupakan saluran air baku menuju pipa Pejompongan yang digunakan untuk mengolah air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan.
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menjelaskan, berdasarkan pengecekan, kerusakan diduga akibat kendala teknis selama pengerjaan proyek pembangunan saluran kawasan Kecamatan Setiabudi yang bersinggungan dengan pipa transmisi air baku milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“PAM Jaya mengambil alih pekerjaan untuk mempercepat proses pemulihan layanan air perpipaan,” kata Arief, Rabu (28/8/2024).
Baca juga : Manchester United Vs Liverpool, The Red Devils Pincang
Menurut Arief, pada 27 Agustus 2024, PAM Jaya mulai mengambil alih pekerjaan perbaikan kebocoran pipa air baku milik Perum Jasa Tirta (PJT II) yang sebelumnya dikerjakan oleh kontraktor Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kota Jakarta Selatan. Pengerjaan tersebut telah diselesaikan oleh PAM Jaya pada 28 Agustus 2024.
Arief menyebut, kebocoran ini memicu 3.167 komplain dari masyarakat. Sebagai bentuk tanggung jawab, PAM Jaya memberikan kompensasi berupa pengiriman air melalui mobil tangki sebanyak 2,1 juta liter air melalui 519 rute pengiriman.
PAM Jaya juga memberikan potongan tagihan 10 persen terhadap semua pelanggan terdampak sebagai kompensasi atas gangguan selama 5 hari.
Menurut Arief, dari ratusan ribu pelanggan yang terdampak, terjauh di wilayah Muara Baru dan Mangga Besar dan diperkirakan kembali mendapatkan pasokan air normal dalam tujuh hari ke depan.
Baca juga : Duel Perang Saudara, Leo Dan Bagas Ke Final
PAM Jaya mengimbau masyarakat yang membutuhkan air segera menghubungi kontak center 24 jam di nomor 1500-223.
Arief mengatakan, 3.200 tim PAM Jaya siaga 24 jam untuk memastikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Dia mengimbau kepada perusahan atau kedinasan yang memiliki pekerjaan utilitas di Jakarta turut memperhatikan jalur pipa air. Salah satunya dengan mengecek as-built drawing (gambar hasil pekerjaan) pipa air PAM Jaya yang memiliki panjang 12.000 kilometer sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Kami harap insiden ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati menangani utilitas bawah tanah. Kami mohon maaf kepada warga Jakarta, terutama yang terdampak dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi,” tandasnya.
Baca juga : KPK Periksa Maraton 65 Orang Ketua Pokmas
Untuk mewujudkan cakupan 100 persen layanan pada 2030, mulai 20 Oktober 2024, PAM Jaya akan menambah pasokan air dari Jatiluhur sebesar 208 liter per detik. Sejak 2023, PAM Jaya juga telah melakukan perluasan layanan dengan tambahan 29.326 sambungan rumah.
Selain itu, sejak 2023 hingga Juli 2024, PAM Jaya telah memperluas layanan dengan tambahan 29.326 sambungan rumah, dari target akhir tahun ini sebesar 69.000 sambungan rumah.
Dalam rangka pemerataan distribusi air, PAM Jaya telah merampungkan pembangunan 7 unit Reservoir Komunal dengan total kapasitas 2,3 juta liter. Sebanyak 3.200 tim PAM Jaya juga selalu standby 24 jam dalam memberikan pelayanan terbaik.
Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin mengatakan, pihaknya turut memfasilitasi terkait rencana penanganan kebocoran pipa dan secara intensif melakukan koordinasi dengan Unit Kerja Perangkat Daerah dan instansi terkait.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.