Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mendapatkan penghargaan dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) berupa Agricola Medal. Jokowi dinilai berhasil mengelola pangan dan pertanian di Tanah Air.
Penghargaan itu, diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal FAO Qu Dongyu dalam sebuah seremoni yang diadakan, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/8/2024).
Acara ini turut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Agus Harimurti Yudhoyono.
Baca juga : Martin Manurung: NasDem Ingin Seleksi Partai Secara Alamiah
Penghargaan Agricola Medal merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan FAO kepada individu yang memiliki kontribusi luar biasa dalam bidang pangan dan pertanian.
Agricola Medal tersebut disiapkan langsung oleh Kantor Pusat FAO di Roma, Italia. Bentuknya berupa dua medali berwarna emas yang dibingkai dalam pigura. Satu medali bergambarkan wajah Presiden Jokowi, dan kepingan lain bertuliskan 'Stronger Together for Resilient and Sustainable Agrifood Systems'.
Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan apresiasi yang tinggi atas penganugerahan tersebut. Menurut Kepala Negara, penghargaan Agricola Medal merupakan sebuah kehormatan bagi dirinya dan dipersembahkan untuk seluruh rakyat Indonesia.
Baca juga : Sonny Pudjisasono: Sebaiknya Angka PT 0 Persen Saja
“Penghargaan Agricola Medal ini kita persembahkan untuk seluruh petani, seluruh masyarakat yang telah berkontribusi aktif dalam memperkuat sektor pertanian,” ujar Presiden.
Pada kesempatan itu, Jokowi juga menekankan pentingnya kedaulatan dan kemandirian pangan sebagai kebutuhan dasar manusia yang tidak bisa ditunda atau diabaikan. Ia menggarisbawahi, negara memiliki kewajiban untuk mewujudkan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi seluruh masyarakat.
“Program ketahanan pangan memang menjadi salah satu prioritas pemerintah karena Indonesia menyadari betul pentingnya kemandirian dan kedaulatan pangan, apalagi di tengah berbagai ketidakpastian dunia,” ungkap Presiden.
Baca juga : Luhut Evaluasi Pariwisata Bali
Lebih lanjut, mantan Wali Kota Solo ini juga mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian sektor pertanian Indonesia yang mampu tumbuh 1,7 persen selama pandemi Covid-19 dan memberikan kontribusi sebesar 12,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada tahun 2023.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari peran serta seluruh komponen bangsa dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan.
Jokowi berharap, penghargaan tertinggi di bidang pangan dan pertanian ini, dapat membangkitkan energi kolektif Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi ketahanan pangan dunia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya