BREAKING NEWS
 

Warga Koja Keluhkan Layanan Kebersihan

Darurat Petugas Sampah, Jalan Di Jakut Kotor Dan Bau

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Selasa, 10 September 2024 06:50 WIB
Tumpukan sampah di jalan Raya Sulewesi, Koja, Jakarta Utara. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Banyak sampah menumpuk di pinggir Jalan Plumpang-Semper, Koja, Jakarta Utara (Jakut). Warga setempat terpaksa membuang sampah sembarangan karena tidak ada petugas kebersihan yang mengangkut sampah rumah tangga mereka.

Pemandangan ini terjadi setiap hari. Selepas Isya hingga pagi hari, ada beberapa titik tumpukan sampah di pinggir jalan tersebut.

Yanti, warga setempat, mengatakan, fenomena tumpukan sampah di jalan tersebut sudah lama. Makanya, dia pun ikut membuang sampah di lokasi itu.

“Kalau saya biasa buang sam­pah malam, di atas jam 9,” kata Yanti saat ditemui di Koja, Minggu (8/9/2024).

Baca juga : Sinner Hancurkan Fritz

Ibu dua anak yang sudah enam tahun mengontrak di wilayah tersebut mengaku awalnya mem­buang sampah berlangganan ke tukang angkut sampah di wilayahnya. Namun, layanan yang diberikan sangat mengecewakan.

“Ngangkut sampahnya nggak menentu. Semaunya dia saja. Kadang bisa sampai seminggu lebih nggak diangkut, sampah sudah numpuk dan bau, akhirnya saya buang sendiri,” ujarnya.

Karena itu, wanita asal Cire­bon ini memutuskan berhenti langganan dan membuang sendiri sampahnya.

“Tukang angkut sampah hanya rajin saat menarik bayaran saja setiap bulan, Rp 30 ribu,” ucapnya.

Baca juga : Indonesia Vs Australia, Tim Garuda Siap Jegal Kanguru

Dia menegaskan, sama sekali tidak keberatan dengan iuran ke­bersihan tersebut. Baginya, yang paling penting minimal dua kali dalam seminggu, petugas datang mengangkut sampah.

Tak hanya dirinya, banyak tetangganya yang juga buang sampah sendiri di pinggir jalan. Dulu, dia sering buang sampah di jembatan Pasar Kaget Bendlay (Bendungan Melayu). Namun beberapa bulan belakangan ini, lokasi tersebut sering dijaga petugas. Kemudian, Yanti pin­dah membuang sampah di pinggir jalan sepanjang Jalan Pasar Ular.

Yanti mengaku, ia tidak tahu membuang sampah di pinggir jalan, boleh atau tidak.

“Banyak yang buang di lokasi itu, ya saya mah ikutan aja. Ka­lau nggak ada yang buang, saya juga nggak bakal buang di situ,” tuturnya.

Baca juga : Pemilih Kulit Hitam Jadi Rebutan Harris Dan Trump

Untuk mengatasi masalah ini, Anggota Dewan Perwakilan Per­wakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Ghozi Zul Azmi mengusulkan agar warga tidak dipungut iuran sampah.

Adsense

Menurut dia, persoalan sam­pah harus bisa diatasi oleh Di­nas Lingkungan Hidup (LH), sehingga tidak perlu lagi setiap RT mengangkut sampah secara mandiri ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense