BREAKING NEWS
 

Gaet PLN Gelar Program Bedah Listrik

DKI Ngarep Bisa Tekan Amukan Si Jago Merah

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Sabtu, 21 September 2024 06:50 WIB
Kepala Pusat Data dan InforĀ­masi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Mohamad Yohan. (Foto: Instagram/airyohan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggandeng PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memeriksa instalasi listrik di pemukiman rawan kebakaran. Langkah ini diharapkan bisa menangkal amukan si jago merah.

Kepala Pusat Data dan Infor­masi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan, Program yang dinamakan Bedah Listrik ini diharapkan mampu mence­gah terjadinya kebakaran.

Dalam praktiknya, BPBD dan PLN Jakarta Raya meli­batkan lurah dan camat untuk memeriksa instalasi listrik di rumah-rumah warga. Hasilnya, ditemukan banyak kabel insta­lasi listrik di rumah warga yang sudah tua dan pemasangannya tidak benar. Terutama, di per­mukiman menengah ke bawah.

“Kegiatan ini bertujuan un­tuk meminimalisir kejadian kebakaran dan dampak korban pada masyarakat,” kata Yohan saat diskusi bertajuk, Tingkat­kan Keamanan Listrik, Cegah Kebakaran di Jakarta yang di­gelar Koordinatoriat Wartawan Balai Kota-DPRD DKI Jakarta di Pressroom Balai Kota DKI, Rabu (18/9/2024).

Baca juga : Lolos Ke Semifinal Badminton China Open 2024, Jojo Sukses Balas Dendam

Kegiatan ini juga menyertakan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) dan Aso­siasi Kontraktor Listrik Indone­sia (AKLI). Mengingat program ini membutuhkan dana, pihaknya juga menggandeng Corporate Social Responsibility (CSR).

“Bedah Listrik untuk satu rumah kira-kira membutuhkan dana sekitar Rp 1 juta,” terangnya.

Dalam pelaksanaannya, stake­holder terkait menyiapkan penggantian perangkat listrik yang ditemukan petugas tidak sesuai standar meliputi instalasi kompor gas, colokan listrik, hingga kabel listrik di dalam dan luar ruangan.

Lewat program ini, diharap­kan masyarakat sadar dan ikut terlibat melakukan mitigasi ke­bakaran karena korsleting listrik.

Baca juga : Clara Shafira Krebs, Juara Ajang Miss Universe Indonesia

“ Program ini sekaligus mem­berikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat setempat terkait penggunaan instalasi listrik yang aman dari bencana,” pungkasnya.

Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika mengingat­kan pentingnya standarisasi perangkat listrik untuk mencegah kebakaran yang sering disebab­kan oleh korsleting. Khususnya, bagi warga yang tinggal di pemukiman padat penduduk dan memiliki kerawanan tinggi terjadinya kebakaran.

“Peralatan yang digunakan di masyarakat sering kali tidak memenuhi standar. Misalnya, kabel yang seharusnya untuk salon atau speaker digunakan untuk listrik. Padahal, setiap jenis kabel memiliki spesifikasi teknis yang berbeda,” ujar Haris.

Haris menjelaskan, kabel yang tak sesuai spesifikasi dipastikan tidak memiliki kualitas setara dengan yang sesuai standar. Hal ini bisa berbahaya karena arus listrik yang dialirkan kerap kali berlebihan.

Baca juga : Elektabilitas di Atas 50 Persen, Jagoan KIM Berjaya di Jakarta, Jabar, Jatim

“Kabel yang tidak bersertifikat SNI (Standar Nasional Indone­sia) bisa berbahaya, seperti kabel yang seharusnya menampung arus 10 ampere, tetapi melepuh pada 5 ampere,” jelasnya.

Ketua AKLI DKI Jakarta Tirtamarta menganjurkan ma­syarakat memakai alat pro­teksi tambahan di setiap instalasi pelanggan yang dipasang pada papan hubung listrik. Alat tam­bahan yang dimaksud berupa pemutus sirkuit arus sisa dengan perlindungan arus berlebih atau RCBO (residual current circuit breaker with over).

Adsense

“RCBO adalah sebuah alat hasil penggabungan dari MCB dan ELCB yang berfungsi untuk memutus aliran listrik ketika terjadi kebocoran arus, hubung singkat dan beban berlebih,” tuturnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense