Sebelumnya
Tirta menjelaskan, korsleting listrik bisa disebabkan karena berbagai macam. Mulai dari kulit kabel yang sedikit terkelupas sehingga mengakibatkan kabel fasa dan netral saling terhubung. Kemudian peralatan elektronik yang rusak sehingga membuat korsleting listrik.
“Ketika terjadi korsleting listrik, RCBO akan langsung memutus aliran listrik sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran rumah,” jelasnya.
Inisiasi Bedah Listrik disambut baik Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Mujiyono. Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 ini menyarankan agar program ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Sebaiknya diajukan saja dalam APBD, kalau mengharapkan dari CSR kan nggak seberapa. Ini kan demi keselamatan masyarakat, ” kata Mujiono.
Baca juga : Lolos Ke Semifinal Badminton China Open 2024, Jojo Sukses Balas Dendam
Diungkap dia, penanganan kebakaran selalu menjadi poin penting yang direkomendasikan saat Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur soal pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setiap tahun.
Ketua Partai Demokrat Jakarta ini menambahkan, penanganan kebakaran di Jakarta atau di Indonesia pada umumnya nggak sesederhana seperti penanganan di kota lain atau negara lain.
“Kita sama-sama tahu Jakarta yang kota global ini masih ada 90 Rukun Warga (RW) yang berkategori kumuh dan miskin,” tuturnya.
Karena itu, pada periode 2019-2024, Komisi A menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam menanggulangi insiden kebakaran di pemukiman padat penduduk.
Baca juga : Clara Shafira Krebs, Juara Ajang Miss Universe Indonesia
“Kurang lebih 3-4 tahun yang lalu. Pada akhirnya menjadi supporting document (berkas pendukung) untuk program relawan kebakaran,” ujarnya.
Menurut dia, program yang diluncurkan dua tahun lalu ini menjadi salah satu legacy Komisi A untuk masyarakat. Di setiap RW terdapat 30 orang komponen masyarakat yang peduli dengan pencegahan kebakaran.
“Relawan ini diperlukan karena potensi kebakaran yang paling besar berada di wilayah pemukiman padat penduduk,” ucap Mujiono.
Fakta di lapangan, ditemukan banyak warga di pemukiman penduduk yang nekat mengambil listrik sembarangan. Bahkan mereka tidak memakai peralatan atau instalasi listrik sesuai SNI.
Baca juga : Elektabilitas di Atas 50 Persen, Jagoan KIM Berjaya di Jakarta, Jabar, Jatim
“Ini sangat berpotensi terjadinya kebakaran, dan relawan kebakaran ini dibentuk karena bagian dari antisipasi penanganan kebakaran di tingkatan RW,” imbuhnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 21 September 2024 dengan judul Gaet PLN Gelar Program Bedah Listrik, DKI Ngarep Bisa Tekan Amukan Si Jago Merah
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.