RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Buaran III PAM Jaya, selesai tepat waktu, yaitu pada Mei 2025. Proyek tersebut dapat meningkatkan layanan air bersih kepada masyarakat.
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menjelaskan, IPA Buaran III merupakan Proyek Strategis Nasional. Fasilitas ini merupakan penambahan dari IPA Buaran I dan IPA Buaran II di kawasan yang sama di Jalan Inspeksi Kalimalang, Jakarta Timur (Jaktim) dengan lahan mencapai 15,3 hektare.
“Ini akan menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia karena memiliki kapasitas hingga 9.000 liter per detik,” ujar Heru saat meninjau langsung IPA III Buaran, Senin (23/9/2024).
Baca juga : AS Roma Vs Athletic Bilbao, Uji Nyali Pelatih Baru
Menurutnya, IPA Buaran III memungkinkan penambahan 250.000 sampai 300.000 sambungan baru. Sehingga, cakupan layanan air bersih perpipaan terutama di wilayah Jaktim akan semakin terpenuhi.
“Kami terus lakukan percepatan karena air ini menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi warga Jakarta,” terangnya.
Heru menuturkan, IPA Buaran III dibangun dengan konsep berwawasan lingkungan. Artinya, pembangunan IPA Buaran III dilakukan dengan tetap mengedepankan lingkungan yang hijau dan asri.
Baca juga : Badminton Macau Open 2024, Duo Garuda Muda Menyala
“Kami menerapkan Sustainable Development Goals atau SDGs. Suplai air baku IPA Buaran III ini berasal dari Waduk Jatiluhur,” bebernya.
Ia menambahkan, saat ini masih terdapat kekurangan kebutuhan air bersih hingga 10.900 liter per detik dengan cakupan sekitar 1,1 juta sambungan baru.
Heru menambahkan, optimalisasi penggunaan air bersih perpipaan akan terus dilakukan karena dapat membantu mendapatkan air bersih sekaligus mengurangi penggunaan air tanah.
Baca juga : KPK Panggil 17 Saksi, 3 Saksi Yang Datang
Heru mengakui, saat ini masih diperlukan pembenahan di semua aspek dalam penggunaan air perpipaan agar jangkauan layanan air perpipaan semakin luas. Karena itu, sejak dua tahun lalu, Pemprov DKI Jakarta melalui PAM Jaya terus melakukan pembenahan dan perbaikan perpipaan.
Selain itu, menambah kapasitas air baku yang terdapat di dua lokasi, yaitu reservoir Cilincing dengan kapasitas mencapai 20 juta liter untuk area sekitar Jakarta Utara. Dan reservoir Pondok Kopi dengan kapasitas 5 juta liter untuk catchment area sekitar Jakarta Timur.
Diharapkan Heru, pada 2030 jangkauan air bersih sudah bisa diberikan kepada semua masyarakat Jakarta. Dengan begitu, Jakarta ke depan tidak mengalami krisis air bersih.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.