BREAKING NEWS
 

Pasar Induk Kramat Jati Bakal Punya TPS3R

Pedagang Girang, Semoga Pengunjung Betah Belanja

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Senin, 14 Oktober 2024 06:50 WIB
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meresmikan groundbreaking pembangunan Sarana Pengolahan Sampah Mandiri Perumda Pasar Jaya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (10/10/2024). (Foto: Fauziah/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pedagang Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mendukung pembangunan Sarana Pengolahan Sampah Mandiri yang diinisiasi Perumda Pasar Jaya. Proyek ini diharapkan bisa menghilangkan gunungan sampah. Dengan begitu, pengunjung menjadi betah.

Rahman, pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, berharap pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Re­duce, Reused, Recycle (TPS3R) ini cepat selesai. Dia ingin pasar tempatnya berjualan menjadi lebih rapi dan bersih.

“Sekarang sudah agak mendingan, kemarin kotor banget. Makanya nggak ada yang mau belanja di sini,” kata Rahman saat ditemui di kiosnya, Doa Ibu Los E No.063 Pasar Induk Kra­mat Jati, Kamis (10/10/2024).

Baca juga : Belgia Vs Prancis, Tim Ayam Jantan Tak Remehkan Lawan

Penjual labu siam yang sudah berdagang selama 10 tahun ini berharap, setelah TPS3R selesai dibangun, lingkungan pasar menjadi lebih bersih dan tidak bau. Selama ini, sampah yang mayoritas sampah basah ditumpuk begitu saja.

Selain berceceran, sampah tersebut menimbulkan bau tidak sedap. Apalagi, jika petugas pengangkut sampah telat mengambil.

“Mudah-mudahan (pembangunan TPS3R) lancar dan warga di sini juga tidak ada yang diusir,” ujarnya.

Baca juga : Bungkam The Djoker Di Shanghai Masters 2024, Sinner Raih Gelar Ketujuh

Harapan serupa dilontarkan Iis, penjual kopi. Iis yang mengaku sudah turun menurun berjualan di Pasar Induk Kramat Jati mengaku senang dengan pembangunan Sarana Pengola­han Sampah Mandiri. Dengan adanya pengolahan sampah, timbulan sampah yang dihasilkan para pedagang bisa langsung diproses.

“Kalau ada pengolahan sam­pah di sini kan sampah otomatis nggak menumpuk, yang menim­bulkan pengap dan bau. Baunya melebihi bau busuk, parah,” kata wanita berusia 30 tahun tersebut.

Ke depannya, Iis berharap pengunjung pasar bakal mening­kat. Dagangannya semakin laku dan pembeli tidak risih memesan kopi atau minuman seduhan lainnya lantaran bau tak sedap yang menyengat.

Baca juga : Urusan Kabinet, Gibran Serahkan Ke Prabowo

“Kadang ada orang yang nggak jadi minum kopi karena nggak tahan sama baunya,” tuturnya.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meresmikan groundbreaking pembangunan Sarana Pengolahan Sampah Mandiri di Pasar Induk Kramat Jati, Kamis (10/10/2024).

Heru berharap, pembangunan TPS3R ini dapat membantu menangani permasalahan sam­pah di Pasar Induk Kramat Jati yang terus bertambah. Pada 2022 sampahnya mencapai 20 ton, kini menjadi 100 ton per hari.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense