BREAKING NEWS
 

Pasar Induk Kramat Jati Bakal Punya TPS3R

Pedagang Girang, Semoga Pengunjung Betah Belanja

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Senin, 14 Oktober 2024 06:50 WIB
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meresmikan groundbreaking pembangunan Sarana Pengolahan Sampah Mandiri Perumda Pasar Jaya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (10/10/2024). (Foto: Fauziah/RM)

 Sebelumnya 
“Pemprov DKI Jakarta akan berupaya membenahi perma­salahan sampah secara bertahap.Seperti groundbreaking hari ini, dilaksanakan untuk menangani 100 ton sampah di Pasar Induk Kramat Jati,” kata Heru.

Heru bilang, sebagai salah satu pusat ekonomi di Jakarta, Pasar Induk Kramat Jati me­miliki kapasitas sampah yang dapat diolah hingga 100 ton per hari. Karena itu, melalui TPS3R ini sampah tersebut akan diolah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BPJP) yang dimanfaatkan dengan proses co-firing sebagai pengganti bahan bakar pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT PLN.

“Jadi pengolahan sampah ini akan dimanfaatkan untuk pem­bangkit PLTU. Sekali lagi, Pem­prov DKI Jakarta secara bertahap akan membenahi permasalahan sampah di Jakarta,” ujarnya.

Baca juga : Belgia Vs Prancis, Tim Ayam Jantan Tak Remehkan Lawan

Diungkapkan Heru, pembangunan TPS3R ini menelan biaya Rp 70 miliar. Menurutnya, ke­beradaan TPS3R ini mempunyai sejumlah manfaat atau kelebihan.

“Jika tidak ada TPS3R, pengangkutan sampah menunggu, perlu waktu. Dengan pembangunan ini menyingkat waktu pembuangan sampah,” ujarnya.

Adsense

Selain itu, sampah yang dit­imbulkan tidak harus ditumpuk dan menunggu banyak hingga berton-ton, baru diangkut.

Baca juga : Bungkam The Djoker Di Shanghai Masters 2024, Sinner Raih Gelar Ketujuh

“Pagi ada sampah langsung didorong, siang ada sampah 1-2 ton, didorong, proses. Kalau sekarang nunggu, ditumpuk, DLH (Dinas Lingkungan Hidup) datang baru diangkut,” jelas Heru.

Sarana pengolahan sampah ini, lanjut Heru, menghemat biaya pengangkutan.

Seperti diketahui, timbulan sam­pah Pasar Kramat Jati 100 ton per hari, itu artinya butuh 20 truk untuk mengangkut sampah tersebut.

Baca juga : Urusan Kabinet, Gibran Serahkan Ke Prabowo

“Kalau TPS3R sudah jadi, 20 truk itu kan tidak perlu ke sini, mungkin hanya setengahnya,” tuturnya.

Dengan semakin sedikitnya truk yang mondar-mandir mengangkut sampah, sambung Heru, dapat mengurangi polusi, kemacetan dan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM). Keberadaan TPS3R ini juga akan mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

“BPJP yang dihasilkan dibeli PLN, berarti ada benefit untuk Pasar Jaya,” pungkasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense