Sebelumnya
Selanjutnya di tahap hilir, Pemprov DKI Jakarta mengoptimalkan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan RDF Plant di TPST Bantargebang, termasuk program landfill mining.
Pada 2023, PLTSa Merah Putih di TPST Bantargebang berhasil mengolah 16.037 ton sampah dan menghasilkan energi listrik sebesar 1.106 Megawatt Hour (MWh). Selama 2024, RDF Plant TPST Bantargebang berhasil mengolah sampah dari landfill mining dan sampah baru dengan nilai kalori 2.800-4.100 kilokalori per kilogram (kkal/kg). Hal ini diwujudkan melalui sinergi dengan PT Indocement Tbk dan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk sebagai pengguna utama RDF.
Joko bilang, Pemprov DKI Jakarta akan terus memperluas kerja sama dengan sektor swasta, komunitas, dan akademisi untuk mengembangkan inovasi teknologi. Serta program edukasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
“Dukungan dan kolaborasi dari Pemerintah Pusat, sektor swasta, komunitas, serta akademisi akan memperkuat pengelolaan sampah Jakarta yang lebih baik, terintegrasi, ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ucapnya.
Baca juga : Manchester United Vs Leicester City, Momentum ‘Setan Merah’ Keluar Dari Krisis
Dengan berbagai upaya tersebut, lanjut Joko, pihaknya menargetkan pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sebesar 70 persen pada 2025.
“Sejalan dengan target nasional dalam Kebijakan Strategi Nasional (Jakstranas),” pungkasnya.
Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Yuke Yurike mendukung pengolahan sampah dengan metode RDF Plant. Yuke malah mendorong Pemprov meningkatkan teknologi pengelolaan sampah ramah lingkungan itu di setiap wilayah kota.
Menurut Yuke, teknologi itu harus merata dimiliki seluruh wilayah mengingat sampah Jakarta sudah mencapai 7.500 ton per hari.
Baca juga : Pevita Pearce, Janji Pijat Dan Peluk Suami Tiap Malam
“Semoga lima tahun mendatang setiap kotamadya ada fasilitas RDF,” kata Yuke.
Selain itu, Yuke mengimbau Pemprov DKI menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah mandiri. Sebab, kesadaran serta keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Sosialisasi dan edukasi, sambung politisi PDI Perjuangan itu, bisa dilakukan lewat kampanye di media sosial.
“Melalui media sosial, seminar, dan pelatihan di tingkat RT dan RW,” tutur Yuke.
RDF Plant merupakan teknologi yang mampu mengubah sampah menjadi energi, memulihkan bahan yang dapat didaur ulang, mengurangi emisi karbon, dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Metode ini juga berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena menghasilkan produk ramah lingkungan, seperti pengganti batu bara. Pembangunan RDF Plant yang sudah terealisasi berada di Rorotan, Jakarta Utara, dan di TPST Bantar Gebang.
Baca juga : Usai Digembleng di Magelang, Para Menteri Sibuk Susun Program 100 Hari
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 30 Oktober 2024 dengan judul Tata Kelola Sampah DKI Belum Optimal, TPST Bantargebang Nyaris Over Kapasitas
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.