Dark/Light Mode

Tata Kelola Sampah DKI Belum Optimal

TPST Bantargebang Nyaris Over Kapasitas

Rabu, 30 Oktober 2024 06:50 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Joko Agus Setyono (ketiga dari kiri) saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (kelima dari kiri) ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (27/10/2024). (Foto: Istimewa)
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Joko Agus Setyono (ketiga dari kiri) saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (kelima dari kiri) ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (27/10/2024). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Selanjutnya di tahap hilir, Pemprov DKI Jakarta mengop­timalkan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan RDF Plant di TPST Ban­targebang, termasuk program landfill mining.

Pada 2023, PLTSa Merah Putih di TPST Bantargebang berhasil mengolah 16.037 ton sampah dan menghasilkan energi listrik sebesar 1.106 Mega­watt Hour (MWh). Selama 2024, RDF Plant TPST Bantargebang berhasil mengolah sampah dari landfill mining dan sampah baru dengan nilai kalori 2.800-4.100 kilokalori per kilogram (kkal/kg). Hal ini diwujudkan melalui sinergi dengan PT Indocement Tbk dan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk sebagai pengguna utama RDF.

Joko bilang, Pemprov DKI Jakarta akan terus memperluas kerja sama dengan sektor swasta, komunitas, dan akademisi untuk mengembangkan inovasi teknologi. Serta program eduka­si guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang ber­tanggung jawab.

“Dukungan dan kolaborasi dari Pemerintah Pusat, sektor swasta, komunitas, serta akademisi akan memperkuat pengelolaan sampah Jakarta yang lebih baik, terinte­grasi, ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ucapnya.

Baca juga : Manchester United Vs Leicester City, Momentum ‘Setan Merah’ Keluar Dari Krisis

Dengan berbagai upaya terse­but, lanjut Joko, pihaknya menargetkan pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sebesar 70 persen pada 2025.

“Sejalan dengan target nasional dalam Kebijakan Strategi Nasional (Jakstranas),” pungkasnya.

Ketua Komisi D Dewan Per­wakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Yuke Yurike men­dukung pengolahan sampah dengan metode RDF Plant. Yuke malah mendorong Pemprov me­ningkatkan teknologi pengelo­laan sampah ramah lingkungan itu di setiap wilayah kota.

Menurut Yuke, teknologi itu harus merata dimiliki seluruh wilayah mengingat sampah Jakarta sudah mencapai 7.500 ton per hari.

Baca juga : Pevita Pearce, Janji Pijat Dan Peluk Suami Tiap Malam

“Semoga lima tahun men­datang setiap kotamadya ada fasilitas RDF,” kata Yuke.

Selain itu, Yuke mengimbau Pemprov DKI menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah mandiri. Sebab, kesadaran serta keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menciptakan ling­kungan yang bersih dan sehat. Sosialisasi dan edukasi, sam­bung politisi PDI Perjuangan itu, bisa dilakukan lewat kampanye di media sosial.

“Melalui media sosial, semi­nar, dan pelatihan di tingkat RT dan RW,” tutur Yuke.

RDF Plant merupakan teknologi yang mampu mengubah sampah menjadi energi, memu­lihkan bahan yang dapat didaur ulang, mengurangi emisi karbon, dan mengurangi penggunaan ba­han bakar fosil. Metode ini juga berpotensi menambah Pendapa­tan Asli Daerah (PAD) karena menghasilkan produk ramah lingkungan, seperti pengganti batu bara. Pembangunan RDF Plant yang sudah terealisasi bera­da di Rorotan, Jakarta Utara, dan di TPST Bantar Gebang.

Baca juga : Usai Digembleng di Magelang, Para Menteri Sibuk Susun Program 100 Hari

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 30 Oktober 2024 dengan judul Tata Kelola Sampah DKI Belum Optimal, TPST Bantargebang Nyaris Over Kapasitas

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.