RM.id Rakyat Merdeka - Para pelanggan resah usai mendengarkan sosialisasi rencana kenaikan tarif air PAM Jaya per 1 Januari 2025. Menurut hitungan mereka, tagihan berpotensi membengkak sehingga akan membebani ekonomi rumah tangga.
Curhatan itu disampaikan Haryono, warga Kemayoran, Jakarta Pusat.
“Berat juga lho, naiknya cukup signifikan. Selama puluhan tahun kami tak pernah mengalami kenaikan tarif air PAM. Tapi kini tiba-tiba melonjak,” keluh Haryono saat menghadiri sosialisasi kenaikan tarif air bersih PAM di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2024).
Baca juga : Pecco Iri Dengan Verstappen
Sebelumnya, warganet juga ramai-ramai memprotes rencana kenaikan tarif. Di antaranya mengaku sudah mengalami kenaikan tarif.
Mereka menumpahkan keluhan dan kekesalan kenaikan tarif di akun Instagram PAM Jaya, @papamjaya.
“Sudah tagihan membengkak 2x lipat, kok sekarang sering banget pasokan air mati. Nggak mikir bagaimana repotnya pelanggan ya? Tolong penjelasannya kenapa di daerah Pulogebang, Cakung sering mati air dari pagi sampai malam,” keluah @verarenaldo.
Baca juga : Soal PPN 12 Persen, Banteng Sehati Sama Pemerintah
“Keren banget, tagihan naik 2 kali lipat. Airnya pun sering kotor. Kembalikan kepengurusan pada Aetra saja. Saya pakai PAM dengan Aetra hampir 20 tahun nggak pernah ada masalah,” sindir @roti_missu.
“Kenaikan PAM di bulan ini 2x lipat, parah sekali. Sedangkan air di tempat kami kecil keluarnya. Kenapa ini? Melonjak kenaikannya, luar biasa sekali,” teriak @evirosliananur.
“Tagihan saya bulan ini kenapa menjadi 2 kali lipat, padahal sebelumnya saya nggak pernah dapat tagihan segitu besar. Apalagi saya kategori rumah tangga sederhana,” tanya @arsyfa.yhanie.
Baca juga : Kini Jadi DKJ, Jakarta Masih Ibu Kota Negara
“Pembayaran air PAM di Oktober melonjak 3x lipat, itu kenapa ya @pamjaya_dki tolong jelaskan,” tulis @yulianih.yulianih.75. “PAM saya kenapa sampai Rp 400 ribuan ya, mahal banget ya Allah. Harusnya ya Rp 150 ribuan paling mahal. Padahal saya nggak pernah cuci baju. Penggunaan air nggak banyak. Nyalain air 1x sehari doang,” beber @gisa_mayasari.
“PAM berbulan-bulan nggak nyala, tagihan bulan kemarin fine-fine aja karena cuma Rp 33 ribu. Tapi bulan ini kenapa sampai Rp 215 ribu? Nyala aja nggak, tapi disuruh bayar segitu,” ketus @wrzkni98.
Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Dimaz Raditya mengungkapkan, penyesuaian tarif air minum PAM Jaya telah tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 57 Tahun 2021. Sedangkan terkait besaran tarif sudah diatur dalam Keputusan Gubernur Nomor 730 Tahun 2024. Menurutnya, para anggota dewan memerlukan penjelasan mengenai kebijakan itu.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.