RM.id Rakyat Merdeka - Kasus kebakaran yang menimpa Glodok Plaza, Jakarta Barat, mendapat sorotan tajam masyarakat dan netizen. Mereka mempertanyakan soal kesiapsiagaan bencana, termasuk ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap gedung di Jakarta.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan menegaskan, pihaknya akan lebih intens melakukan pengawasan, khususnya tentang kesiapsiagaan bencana yang dilakukan oleh pengelola gedung di Jakarta. Di antaranya, urai dia, pengawasan terhadap ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR), dan jalur evakuasi menuju ke tempat yang aman.
“APAR-nya dicek, apakah terisi atau tidak, dan apakah jumlahnya mumpuni untuk areal yang luas itu? Petugas atau karyawan juga harus dilatih untuk menggunakannya,” ujar Yohan dalam keterangannya, dikutip Sabtu (18/1/2025).
Baca juga : Coretax Bikin Sistem Perpajakan Transparan
Selain soal kesiapsiagaan dalam menghadapi musibah kebakaran, Yohan memastikan, BPBD Provinsi DKI Jakarta juga akan mengecek kekuataan gedung-gedung di Jakarta, untuk mengantisipasi bencana megathrust.
“Kami akan lebih intens melakukan pengawasan (terhadap gedung-gedung di Jakarta). Ini tidak hanya terkait kebakaran, tapi juga kekuatan gedung sehubungan dengan ancaman Megathrust,” cetusnya.
Lebih lanjut, Yohan mengatakan, pihaknya juga akan lebih giat melakukan sosialisasi kepada masyarakat, untuk mengatasi musibah kebakaran. Utamanya, kepada penjaga atau karyawan yang bekerja di gedung-gedung di Jakarta.
Baca juga : BUMN Perluas Akses Pasar Untuk UMKM
“Bagaimana pun yang mengatasi kebakaran pertama kali adalah pihak internal gedung. Kalau karyawan tidak siap, ya seperti inilah yang terjadi (kebakaran hebat),” sesalnya.
Namun begitu, dia mengapresiasi kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Jakarta, yang telah bekerja sama dengan baik dalam membantu mengatasi kebakaran di Glodok Plaza. Saat kebakaran terjadi, ungkap dia, Dinas Gulkarmat DKI langsung terjun ke lokasi, Dinas Kesehatan sigap membawa korban, dan pihak Kepolisian, TNI hingga Satpol PP, bersama-sama mengamankan lokasi kejadian.
“Mereka bekerjasama dengan baik, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti penjarahan. Saya bangga menjadi bagian dari OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta,” imbuhnya.
Baca juga : Perketat Lagi Standar Keselamatan Gedung
Terpisah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Ali Lubis menegaskan, selain tentang sistem keamanan, perizinan gedung-gedung di Jakarta juga harus diawasi Pemprov. Secara khusus, dia meminta, Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) Pemprov DKI Jakarta lebih selektif dalam mengeluarkan izin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.