RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan masyarakat harus terus berupaya mencegah banjir. Sebab, fenomena siklus balik hujan lebat, akan terjadi di Jakarta di bulan ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Jakarta bakal kembali diguyur hujan curah tinggi sampai akhir Februari. Karena itu, Jakarta berpotensi mengalami banjir besar.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, fenomena yang dapat menyebabkan curah hujan tinggi memiliki fenomena siklus balik yang umumnya terjadi dalam kurun 30-40 hari.
“Akan ada kejadian (hujan lebat) yang sama lagi,” kata Dwikorita, Kamis (30/1/2025).
Baca juga : Cuekin Isu Kawin Lari
Dia mengungkapkan, pihaknya bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah mengantisipasi potensi curah hujan intensitas tinggi sampai ekstrem di wilayah Jakarta sejak awal Desember 2024.
Dwikorita membeberkan, sejak awal Desember hingga saat ini ada beberapa fenomena atmosfer yang terjadi secara bersamaan dan mengakibatkan saling menguatkan amplifikasi pembentukan awan-awan hujan. Fenomena ini menyebabkan curah hujan tinggi di Jakarta.
Fenomena tersebut, yakni iklim monsun Asia ke Indonesia yang membawa massa udara lembab atau basah dalam jumlah yang besar.
“Saat ini di Jakarta sedang memasuki puncaknya sehingga intensitas dari monsun Asia ini menguat bersamaan dengan terjadinya anomali iklim global. Yaitu fenomena La Nina lemah yang berdampak pada peningkatan curah hujan dapat mencapai 20 persen,” ucapnya.
Baca juga : Ketahanan Pangan Dan Pertumbuhan Ekonomi Jadi Aspek Utama
Kemudian, masuknya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) atau gerombolan awan-awan hujan yang bergerak secara berulang-ulang yang bergerak dari Samudera Hindia melintasi khatulistiwa menuju pasifik. Tapi saat ini sedang melewati wilayah Jawa dan sekitarnya. Lalu, terjadinya seruak udara dingin yang bertiup dari arah dataran tinggi Siberia.
“Indeksnya menguat dan berdampak pada curah hujan di wilayah Selatan-Barat Indonesia,” tuturnya.
Dilansir dari bmkg.go.id, seluruh wilayah di lima kota administrasi di Jakarta berpotensi mengalami banjir skala menengah dan ringan pada dasarian III Januari dan I-II Februari 2025. Untuk diketahui, dasarian merupakan satuan waktu yang terdiri dari 10 hari. Itu artinya, 1-20 Februari mendatang, wilayah di lima kota tersebut berpotensi banjir.
Data prakiraan daerah potensi banjir Dasarian III Januari & I-II Februari 2025 di Jakarta, banjir skala menengah berpotensi terjadi di seluruh wilayah di lima Kota Administrasi DKI Jakarta. Sedangkan banjir skala ringan hanya terjadi di Jakarta Barat (Cengkareng, Kalideres dan Kembangan) serta Jakarta Selatan (Cilandak, Kebayoran Lama dan Pesanggrahan).
Baca juga : IMF Rilis 10 Negara Dengan Ekonomi Terbesar, China No.1, Amerika No.2, Indonesia No.8
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi mengatakan, banjir di sejumlah wilayah Jakarta itu disebabkan hujan ekstrem sejak siang sampai malam, Selasa (28/1/2025). Bahkan, hampir sama dengan kejadian saat banjir besar pada 2020. Saat itu curah hujan tertinggi mencapai 377 milimeter (mm) dan terendah 256 mm.
“Sedangkan tahun ini, khususnya pada 28 Januari 2025, curah hujan tertinggi mencapai 368 mm, kemudian yang terendah 264 mm,” kata Teguh.
Diungkapkan dia, infrastruktur utama pengendalian banjir Jakarta hanya mampu menangani hujan dengan kapasitas mencapai 150 mm per hari. Meski begitu, lanjut dia, seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta bergerak cepat menangani dampak hujan ekstrem tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.