Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Progres 100 Hari Kerja
Kemkomdigi Fokus Pemerataan Internet Dan Tutup Konten Negatif
Jumat, 31 Januari 2025 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mencatat progres di periode 100 hari pertama. Fokus Kemkomdigi mulai dari pemerataan akses internet hingga menutup konten negatif demi menciptakan ruang digital yang sehat.
Dalam periode 100 hari pertama, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid beserta jajaran melanjutkan program penyelesaian Base Transceiver Station (BTS) 4G dan SATRIA-1. Tujuannya agar internet merata serta manfaatnya dirasakan masyarakat hingga pelosok desa, puncak gunung, dan pulau terpencil.
Saat ini, sudah 490 lokasi BTS 4G yang telah dibangun dan 21.183 lokasi internet SATRIA-1 yang aktif. “Infrastruktur ini bukan hanya tentang koneksi internet, tetapi juga tentang harapan,” ujarnya, dalam keterangan pers, di Jakarta, Kamis (30/1/2025).
Meutya mengatakan, Kemkomdigi telah membangun infrastruktur telekomunikasi 4G di Papua dengan menghadirkan 10.631 BTS yang terdiri dari 3.388 BTS oleh BAKTI (USO) dan 7.243 BTS milik operator seluler lainnya. Dari enam provinsi Papua dan 42 kabupaten/kota, kini sudah 7.305 telah mendapat layanan 4G.
Baca juga : Gerindra: PR Masih Banyak
“Capaian ini menjadi harapan baru bagi desa-desa di Papua untuk berkembang sejajar dengan wilayah lain di Indonesia terus terbuka,” tuturnya.
Menurutnya, infrastruktur telekomunikasi tidak hanya membangun konektivitas, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dengan Papua yang terhubung, Indonesia akan menjadi bangsa yang lebih kuat dan konklusif.
Dari pemerataan akses tersebut, anak-anak di desa kini bisa belajar daring, seperti teman-teman mereka di kota. Para petani dan nelayan bisa menjual produk mereka secara online. Kemajuan teknologi telah membuka peluang ekonomi yang sebelumnya tidak terjangkau.
Pada 100 hari pertama, Kemkomdigi juga telah menutup banyak konten negatif. Dia mengibaratkan konten negatif sebagai duri di jalan setapak yang menghalangi dan bahkan bisa melukai.
Baca juga : Hariyanto Dan Parisman Adu Pengaruh Di Musda Riau
“Dalam 100 hari terakhir, kami bekerja keras membangun jalan dan membuatnya lebih aman dengan memblokir sebanyak 1.037.558 konten negatif,” ucap Meutya.
Kemkomdigi melibatkan 745 Internet Service Provider (ISP) dalam program pemblokirannya, konten-konten tersebut beredar di 945.431 situs web dan 92.127 media sosial.
Eks anggota DPR ini menyebut, capaian ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang melindungi generasi muda, mencegah hoaks, dan menjaga keutuhan bangsa. Jika konten-konten berbahaya ini terus menyebar, konflik bisa pecah dan anak-anak bisa terpapar hal-hal yang merusak masa depannya.
“Kami ingin agar masyarakat terutama anak-anak dapat tumbuh di ruang digital yang bersih, aman, dan penuh manfaat,” bebernya.
Baca juga : BMKG Minta Pemda Se-Jateng Tingkatkan Kesiapsiagaan
Konten negatif seperti judi online (judol) kerap tersembunyi di dalam sebuah konten. Meutya menegaskan, pemblokiran ini membutuhkan peran aktif masyarakat untuk melaporkan kepada Komdigi karena jika didiamkan akan menjadi ancaman serius.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya