RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menilai bahwa maraknya tawuran di beberapa wilayah Jakarta disebabkan oleh kurangnya kegiatan positif untuk anak muda. Ia menyebutkan daerah Bassura, Jakarta Timur, sebagai salah satu tempat yang sering kali menjadi lokasi aksi tawuran yang melibatkan anak-anak muda karena minimnya aktivitas yang bisa menjadi alternatif bagi anak muda.
"Kemarin saya dapet laporan, misalnya daerah Bassura itu kan sering sekali tawuran. Karena memang karakternya beda-beda. Satu, yang memang terasa tidak ada kegiatan di daerah sana," ujar Rano saat ditemui di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada Senin (24/2/2025).
Dampak dari ketidaktersediaannya kegiatan positif, Rano menjelaskan, membuat tawuran menjadi kebiasaan yang sering terjadi di kalangan anak muda. Ia juga sangat menyayangkan banyaknya anak muda yang terlibat dalam tawuran, terutama yang berakhir dengan korban jiwa.
Baca juga : Beri Pembekalan Di Magelang, Menhan Sjafrie Paparkan Sistem Pertahanan Negara
“Tawuran bukan hanya masalah kenakalan remaja, tetapi juga menunjukkan kurangnya perhatian dari masyarakat dalam membimbing generasi muda,” tambah Rano.
Rano menekankan bahwa masalah ini seharusnya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak muda.
“Itu sangat-sangat, kalau saya katakan bukan bodoh ya, tapi itu kesalahan pada kita nggak bisa membina anak-anak. Saya yakin bisa diselesaikan.” ujar Rano.
Baca juga : Jelang Ramadan, Menag Ajak Perbanyak Doa Untuk Orang Tua Yang Telah Wafat
Sebagai solusi untuk mengurangi tawuran, Rano mengusulkan agar lebih banyak ajang olahraga disediakan untuk anak-anak muda. Salah satu olahraga yang disebutnya bisa menjadi alternatif adalah pencak silat.
“Kemudian juga ya menghindari kumpul-kumpul yang gak ada gunanya kan. Jadi artinya harus ada media, mereka salah satu media yang paling efektif olahraga,” kata Rano.
Rano menambahkan bahwa pencak silat tidak hanya berguna sebagai ilmu bela diri, tetapi juga mengandung nilai-nilai kehidupan yang bisa membentuk karakter anak muda. Selain itu, pencak silat juga dapat melestarikan kebudayaan Indonesia. Dengan menyediakan fasilitas olahraga yang lebih banyak, Rano yakin angka tawuran di Jakarta dapat berkurang.
Baca juga : Keruk 15 Aliran Sungai, Pemkot Jakarta Pusat Kerahkan Puluhan Alat Berat Dan Truk
"Sangat bisa walaupun yang namanya tawuran itu ya artinya apa ya salah satu usaha kita dengan menciptakan tempat seperti ini untuk mengurangi tawuran,” ungkapnya.
Dengan demikian, Rano berharap Jakarta bisa lebih aman dengan adanya kegiatan positif yang dapat menarik minat anak muda dan mengalihkan mereka dari tindakan-tindakan negatif seperti tawuran.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.