RM.id Rakyat Merdeka - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diklaim berhasil mengurangi curah hujan sampai 80 persen.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa OMC sebenarnya telah dimulai sejak beberapa hari lalu dan terus dipantau dengan cermat. Hal ini dilakukan guna mencegah potensi bencana seperti banjir yang terjadi saat curah hujan sangat tinggi.
“Mulainya bukan hari ini, sudah dimulai sejak kemarin-kemarin. Kami terus memonitor untuk mengantisipasi curah hujan yang tinggi agar tidak terjadi bencana, seperti yang kemarin saat Imlek,” ujar Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2025).
Pramono juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi banjir, seperti yang terjadi pada banjir terakhir, di mana pemerintah segera membuka pintu-pintu air dan mengaktifkan hampir 500 pompa untuk menangani banjir.
Baca juga : Cuaca Besok Di Tangerang Apakah Hujan Atau Panas? Ini Info BMKG Selasa (11/3)
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Maruli Sijabat, mengungkapkan bahwa OMC sudah berlangsung sejak 4 Maret 2025 dan akan terus dilaksanakan hingga 20 Maret 2025.
Selama periode ini, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pemerintah daerah di sekitar Jakarta, seperti Jawa Barat dan Banten. Kegiatan OMC tidak hanya dilakukan di Jakarta, tetapi juga di wilayah-wilayah yang berbatasan untuk mengurangi dampak curah hujan yang berpotensi menyebabkan bencana.
OMC akan terus dilaksanakan dengan pemantauan ketat melalui posko-posko yang didirikan di beberapa lokasi strategis, seperti Bandara Halim Perdanakusuma yang juga melibatkan pihak BNPB dan Banten.
“Kami bekerja sama dengan BNPB dan pemerintah daerah lainnya, serta melibatkan pihak terkait dalam pemantauan dan penanggulangan dampak cuaca ekstrem,” jelas Maruli.
Baca juga : Jakarta Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca Guna Kurangi Curah Hujan
Selama periode 4 hingga 10 Maret 2025, hasil dari OMC sudah terlihat dengan penurunan curah hujan hingga 60-70%. Menurut Maruli Sijabat, OMC ini telah berhasil mengurangi intensitas hujan yang sangat tinggi, dengan harapan dapat meningkatkan hasilnya pada periode 11 hingga 20 Maret 2025.
“Kami berharap bisa mengurangi curah hujan sampai 70 hingga 80 persen,” ujar Maruli.
Untuk operasi OMC malam hari, pemantauan dilakukan berdasarkan arahan dari BMKG.
“Jika ada potensi pertumbuhan awan konvektif atau awan hujan, kita akan melakukan OMC, tetapi jika tidak ada potensi tersebut, maka tidak akan ada OMC,” tambahnya.
Baca juga : Stok Cukup, Harga Bahan Makanan Di Jakarta Turun Selama Ramadan
Penerbangan OMC pada malam hari juga didukung dengan bantuan BNPB yang memiliki fasilitas untuk penerbangan malam, karena Pemprov DKI Jakarta terbatas dalam hal ini.
Salah satu tantangan dalam pelaksanaan OMC adalah terbatasnya jumlah penerbangan yang dapat dilakukan pada malam hari. Namun, Maruli Sijabat mengungkapkan bahwa BNPB akan membantu untuk penerbangan malam hari, sehingga proses OMC dapat berjalan lebih optimal.
"Kami meminta BNPB untuk mendukung penerbangan malam agar OMC dapat dilakukan dengan maksimal di tiga provinsi," jelasnya.
Dengan evaluasi yang sudah dilakukan dan hasil yang sudah terlihat, Pemprov DKI Jakarta optimis OMC dapat terus mereduksi curah hujan dalam periode yang akan datang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.