Sebelumnya
Namun begitu, lanjut Trunoyudo, pihaknya selalu mengedepankan langkah preventif dan pre-emptive, sebelum melakukan penindakan hukum.
Menurut dia, upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi, pembinaan, serta koordinasi dengan berbagai pihak agar ormas tidak terjebak dalam tindakan melawan hukum.
“Pembinaan penting agar ormas bisa berkontribusi secara positif dalam menjaga ketertiban dan mendukung iklim investasi yang kondusif,” imbuhnya.
Baca juga : Bahlil Totalitas Dukung Calon Bupati Tasikmalaya
Selain itu, tambah dia, Polri juga gencar melakukan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait penolakan aksi premanisme berkedok ormas, dengan cara melakukan pelaporan.
Langkah itu bertujuan agar masyarakat lebih memahami berbagai modus yang digunakan oknum tertentu, untuk melakukan pemerasan atau tindakan intimidatif terhadap dunia usaha.
“Kami menjamin perlindungan bagi pelapor dan akan menindaklanjuti setiap laporan secara profesional. Jangan takut melapor, jika merasa dirugikan oleh praktik premanisme oknum anggota ormas, masyarakat dan pengusaha dapat melaporkan melalui hotline layanan Kepolisian 110, untuk melaporkan semua bentuk gangguan keamanan dan tindak premanisme,” jelasnya.
Baca juga : KPK Gandeng Kejagung Tagih Uang Pengganti Rp 109 Miliar
Aksi premanismen terkait pengumpulan THR ramai diperbincangkan netizen di media sosial X. Mereka mendukung komitmen Pemprov Jakarta menolak aksi tersebut.
“Saya harap, praktik minta THR jelang lebaran benar-benar bisa ditumpas. Sebab, saya berjuang dengan usaha yang hampir bangkrut, tapi selalu dipalakin ormas dengan modus minta jatah THR. Neraka jahanam pokoknya,” tulis akun @AlfaromeroAji.
“Semoga ini bukan gimick doang. Soalnya, selama ini banyak ormas bertindak seenaknya, melakukan pungutan ke masyarakat, minta THR, pungli di jalan, dan sebagainya,” harap akun @G0LIATH87.
Baca juga : Industri E-Commerce Masih Mainkan Jurus Bakar Uang
“Saya berharap, Pemprov Jakarta benar-benar bisa menertibkan ormas yang mereshakan warga dan pengusaha. Mereka datang saat Idul Fitri, minta THR, tapi nggak ada kontribusinya. Pemprov jangan kalah sama preman,” timpal akun @Jamsky1708.
“Saya juga sudah muak, dengan ormas yang keliling komplek toko bawa map, jelang lebaran. Mereka minta THR dengan alasan untuk keamanan. Setiap bulan, kami kan sudah bayar uang keamanan sama keamanan RW, dan mereka benar-bemar kerja. Beda sama para preman berkodok ormas, mereka datang saat lebaran doang,” tutur akun @tokokacajayaPdmangan_. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.