RM.id Rakyat Merdeka - Peluncuran layanan Bus Transjabodetabek rute Blok M-Alam Sutera (S61) mendapat sambutan positif. Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Banten diingatkan membuat rencana induk (master plan) agar layanan transportasi sistematis dan terintegrasi.
Peluncuran moda transportasi yang menghubungkan Jakarta dengan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten itu dilakukan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI Rano Karno, Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan di Terminal Blok M, Jakarta Selatan pada Kamis (24/4/2025).
Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Tory Darmantoro menyambut baik peluncuran Transjabodetabek. Namun, ia mengingatkan, pentingnya penyusunan rencana induk Jabodetabek yang terintegrasi dan sistematis.
Baca juga : Raih Gelar Juara Copa del Rey, Barca Dekati Treble Winner
Tory menegaskan, tanpa rencana induk yang jelas, pengembangan layanan lintas wilayah seperti ini, berpotensi tidak terukur dan tidak optimal dalam mencapai tujuan utama. Yakni, memindahkan para komuter dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang andal.
Ia menegaskan, perlu rencana induk transportasi lintas wilayah yang komprehensif, agar setiap langkah pengembangan angkutan umum dapat dilakukan secara berkelanjutan, terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Rencana induk, bukan sekadar rencana teknis, melainkan dasar bagi kolaborasi penyelenggaraan dan pembiayaan layanan lintas daerah yang dinikmati bersama seluruh warga Jabodetabek,” kata Tory dalam keterangannya.
Baca juga : Piala Sudirman 2025, Tim Merah Putih Gunduli Inggris
Dengan adanya rencana induk, menurutnya, akan ada dasar yang jelas untuk pembagian tanggung jawab dan pembiayaan antar wilayah. Jakarta dapat berperan sebagai penggerak awal dengan menyediakan layanan dan subsidi.
Namun, lanjut dia, dalam jangka panjang, wilayah-wilayah di Bodetabek juga perlu turut ambil bagian sesuai proporsi manfaat yang diterima masyarakatnya. “Misalnya, saat farebox recovery ratio sudah mencapai 70 persen. Inilah gunanya perencanaan bersama yang terukur,” ujarnya.
Saat peluncuran rute Alam Sutera-Blok M, Gubernur Pram menyampaikan, rute ini merupakan trayek pertama dari enam trayek baru Transjabodetabek yang akan dioperasikan. Dengan rute sepanjang 59,7 kilometer dan 26 halte, S61 diharapkan menjadi solusi mobilitas yang diminati masyarakat.
Baca juga : Pemakaman Paus Dihadiri Lautan Manusia
Menurut Pram, waktu tempuh Transjabodetabek saat jam padat lalu lintas, sekitar 95 menit, dari Alam Sutera ke Blok M. Nantinya, 24 bus akan melayani rute ini setiap hari, dengan frekuensi keberangkatan setiap 20 menit atau sekitar 60 perjalanan per hari.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.