BREAKING NEWS
 

Digagas Gubernur DKI Jakarta

Pembangunan Wisata Pulau Kucing Menuai Pro & Kontra

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : ABDUL SHOMAD
Selasa, 3 Juni 2025 07:20 WIB
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Francine Widjojo. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membangun wisata Pulau Kucing di Pulau Tidung Kecil masih menuai pro kontra di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Francine Widjojo menyatakan menolak rencana tersebut. Ala­sannya, karena Pulau Tidung Kecil yang akan dijadikan tempat pembangunan Pulau Kucing itu, merupakan kawasan konser­vasi yang wajib dilindungi, bukan zona pariwisata.

“Jelas disebutkan dalam Perda DKI Jakarta nomor 7 tahun 2024, bahwa Pulau Tidung Kecil adalah kawasan konservasi perairan dan strategis dari sudut kepentingan fungsi lingkungan hidup,” kata Francine, Senin (2/6/2025).

Francine merujuk Pasal 70 ayat 2 dan Pasal 94 ayat 1 dalam Perda tersebut. Disebutkan, Pu­lau Tidung Kecil harus dijaga ekosistemnya karena sebagai kawasan penangkaran penyu sisik, pembibitan mangrove, hingga budidaya sukun botak.

Sementara kucing, kata Fran­cine, merupakan predator invasif yang bisa membahayakan ke­beradaan burung, reptil, amfibi, dan hewan endemik lain yang hidup di pulau tersebut. Dia kha­watir, kucing yang dilepas dalam jumlah besar akan memusnahkan satwa asli Pulau Tidung Kecil.

“Pulau itu bukan kawasan per­mukiman, jadi sumber makanan alami kucing sangat terbatas. Kondisi ini berbeda dengan da­ratan Jakarta,” tegasnya.

Baca juga : Apartemen Mantan Stafsus Menteri Kembali Digeledah

Francine menambahkan, jika relokasi 1,5 juta kucing liar Ja­karta dilakukan ke pulau tersebut, maka populasi liar justru bisa bertambah dua kali lipat. Dia juga menyoroti risiko ledakan populasi tikus jika predator alami seperti kucing dipindahkan dari wilayah daratan.

Dia mendorong agar dana wisata Pulau Kucing dialihkan untuk membangun pusat kese­hatan hewan (Puskeswan) di se­tiap kota administrasi di Jakarta. Serta menjadikan Puskeswan Ragunan sebagai RS hewan daerah pertama yang berstandar internasional.

“Kalau tidak hati-hati, justru yang kita rusak adalah warisan alam yang tak tergantikan,” tutup Francine.

Sementara itu, dua fraksi lain­nya, yakni PKS dan NasDem, kompak merespons positif wa­cana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang ingin membuat Pulau Kucing. Kedua fraksi tersebut menilai, ide terse­but menjadi terobosan yang dapat memperkaya destinasi wisata ibu kota, sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.

Adsense

Anggota Komisi B dari Fraksi PKS, Taufik Zoelkifli menilai, konsep wisata Pulau Kucing sebagai gagasan segar yang layak dikembangkan. Hanya saja, dia mengingatkan agar pengelolaan dilakukan secara profesional.

Kucing-kucing yang dibawa ke Pulau Seribu, kata Taufik, harus dipelihara dengan baik. Bukan hanya soal makan, tapi proses perkembangbiakan kucing juga harus diperhatikan dan terkendali. Taufik mengatakan, kalau kucing berkembang biak di luar kendali juga bisa akan menyusahkan.

Baca juga : BI Jaga Harga Pangan & Akselerasi Program MBG

“Memang di situ tempat kuc­ing dan kucingnya bisa hidup dengan sehat, bisa menjadi daya tarik wisatawan dari mancaneg­ara dan domestik juga untuk ke Pulau Seribu,” imbuh Taufik.

Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter yakin rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuat wisata Pulau Kucing bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu. Dia mengatakan, semakin banyak wisatawan yang datang akan berdampak pada turunnya angka pengangguran

“Fraksi Nasdem sangat setuju dengan rencana Gubernur mem­buka wisata pulau kucing di Kepulauan Seribu,” tandas Jupiter.

Meski mendukung rencana wisata pulau kucing, Jupiter me­minta Pramono untuk menyiap­kan akses transportasi untuk wisa­tawan dari Jakarta ke Kepulauan Seribu. Menurutnya, perbaikan akses ke Kepulauan Seribu men­jadi janji Pramono saat kampanye Pilgub DKI Jakarta 2024.

Dia meyakini, jika akses trans­portasi menuju Kepulauan Seribu diperbaiki, maka warga Jakarta akan lebih banyak memilih liburan ke Kepulauan Seribu daripada ke kawasan Puncak, Bogor. Menurut­nya, biaya transportasi ke Kepu­lauan Seribu juga harus murah.

“Masa depan Jakarta di bidang pariwisata itu ada di Pulau Seribu, karena keindahan Pulau Seribu sa­ngat mempesona. Namun selama ini dari Pemerintah seakan tidak peduli terhadap perbaikan fasilitas di Pulau Seribu,” ujar Jupiter.

Baca juga : 780 Ribu Rumah Tangga Belum Dapat Akses Listrik

Sebelumnya, Gubernur DKI Ja­karta, Pramono Anung membuka opsi untuk membuka wisata Pulau Kucing di Pulau Seribu. Dia pun mencontohkan negara Jepang yang sudah melakukan hal tersebut.

“Kalau memang nanti bisa kita wujudkan, maka itu juga bisa jadi revenue bagi Pulau Seribu, untuk orang datang ke­mudian menikmati wisata kuc­ing,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (13/3/2025).

“Jadi, gagasan mengenai pu­lau kucing sebenarnya bukan hal yang baru. Di Jepang itu sudah dilakukan. Dan pulau kucing di Jepang itu menjadi tempat tujuan wisata yang luar biasa,” pungkas Pramono. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense