Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Digagas Gubernur DKI Jakarta
Pembangunan Wisata Pulau Kucing Menuai Pro & Kontra
Selasa, 3 Juni 2025 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membangun wisata Pulau Kucing di Pulau Tidung Kecil masih menuai pro kontra di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Francine Widjojo menyatakan menolak rencana tersebut. Alasannya, karena Pulau Tidung Kecil yang akan dijadikan tempat pembangunan Pulau Kucing itu, merupakan kawasan konservasi yang wajib dilindungi, bukan zona pariwisata.
“Jelas disebutkan dalam Perda DKI Jakarta nomor 7 tahun 2024, bahwa Pulau Tidung Kecil adalah kawasan konservasi perairan dan strategis dari sudut kepentingan fungsi lingkungan hidup,” kata Francine, Senin (2/6/2025).
Francine merujuk Pasal 70 ayat 2 dan Pasal 94 ayat 1 dalam Perda tersebut. Disebutkan, Pulau Tidung Kecil harus dijaga ekosistemnya karena sebagai kawasan penangkaran penyu sisik, pembibitan mangrove, hingga budidaya sukun botak.
Sementara kucing, kata Francine, merupakan predator invasif yang bisa membahayakan keberadaan burung, reptil, amfibi, dan hewan endemik lain yang hidup di pulau tersebut. Dia khawatir, kucing yang dilepas dalam jumlah besar akan memusnahkan satwa asli Pulau Tidung Kecil.
“Pulau itu bukan kawasan permukiman, jadi sumber makanan alami kucing sangat terbatas. Kondisi ini berbeda dengan daratan Jakarta,” tegasnya.
Baca juga : Apartemen Mantan Stafsus Menteri Kembali Digeledah
Francine menambahkan, jika relokasi 1,5 juta kucing liar Jakarta dilakukan ke pulau tersebut, maka populasi liar justru bisa bertambah dua kali lipat. Dia juga menyoroti risiko ledakan populasi tikus jika predator alami seperti kucing dipindahkan dari wilayah daratan.
Dia mendorong agar dana wisata Pulau Kucing dialihkan untuk membangun pusat kesehatan hewan (Puskeswan) di setiap kota administrasi di Jakarta. Serta menjadikan Puskeswan Ragunan sebagai RS hewan daerah pertama yang berstandar internasional.
“Kalau tidak hati-hati, justru yang kita rusak adalah warisan alam yang tak tergantikan,” tutup Francine.
Sementara itu, dua fraksi lainnya, yakni PKS dan NasDem, kompak merespons positif wacana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang ingin membuat Pulau Kucing. Kedua fraksi tersebut menilai, ide tersebut menjadi terobosan yang dapat memperkaya destinasi wisata ibu kota, sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.
Anggota Komisi B dari Fraksi PKS, Taufik Zoelkifli menilai, konsep wisata Pulau Kucing sebagai gagasan segar yang layak dikembangkan. Hanya saja, dia mengingatkan agar pengelolaan dilakukan secara profesional.
Kucing-kucing yang dibawa ke Pulau Seribu, kata Taufik, harus dipelihara dengan baik. Bukan hanya soal makan, tapi proses perkembangbiakan kucing juga harus diperhatikan dan terkendali. Taufik mengatakan, kalau kucing berkembang biak di luar kendali juga bisa akan menyusahkan.
Baca juga : BI Jaga Harga Pangan & Akselerasi Program MBG
“Memang di situ tempat kucing dan kucingnya bisa hidup dengan sehat, bisa menjadi daya tarik wisatawan dari mancanegara dan domestik juga untuk ke Pulau Seribu,” imbuh Taufik.
Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter yakin rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuat wisata Pulau Kucing bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu. Dia mengatakan, semakin banyak wisatawan yang datang akan berdampak pada turunnya angka pengangguran
“Fraksi Nasdem sangat setuju dengan rencana Gubernur membuka wisata pulau kucing di Kepulauan Seribu,” tandas Jupiter.
Meski mendukung rencana wisata pulau kucing, Jupiter meminta Pramono untuk menyiapkan akses transportasi untuk wisatawan dari Jakarta ke Kepulauan Seribu. Menurutnya, perbaikan akses ke Kepulauan Seribu menjadi janji Pramono saat kampanye Pilgub DKI Jakarta 2024.
Dia meyakini, jika akses transportasi menuju Kepulauan Seribu diperbaiki, maka warga Jakarta akan lebih banyak memilih liburan ke Kepulauan Seribu daripada ke kawasan Puncak, Bogor. Menurutnya, biaya transportasi ke Kepulauan Seribu juga harus murah.
“Masa depan Jakarta di bidang pariwisata itu ada di Pulau Seribu, karena keindahan Pulau Seribu sangat mempesona. Namun selama ini dari Pemerintah seakan tidak peduli terhadap perbaikan fasilitas di Pulau Seribu,” ujar Jupiter.
Baca juga : 780 Ribu Rumah Tangga Belum Dapat Akses Listrik
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung membuka opsi untuk membuka wisata Pulau Kucing di Pulau Seribu. Dia pun mencontohkan negara Jepang yang sudah melakukan hal tersebut.
“Kalau memang nanti bisa kita wujudkan, maka itu juga bisa jadi revenue bagi Pulau Seribu, untuk orang datang kemudian menikmati wisata kucing,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (13/3/2025).
“Jadi, gagasan mengenai pulau kucing sebenarnya bukan hal yang baru. Di Jepang itu sudah dilakukan. Dan pulau kucing di Jepang itu menjadi tempat tujuan wisata yang luar biasa,” pungkas Pramono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya