Sebelumnya
Asep menjelaskan, jika limbah kurban tidak ditangani dengan baik, dapat menimbulkan bau tak sedap, mengganggu kenyamanan warga, bahkan membahayakan kesehatan serta merusak ekosistem badan air.
Dinas LH DKI menyarankan, teknis pengelolaan limbah cair hewan kurban seperti darah, ditangani secara aman dan ramah lingkungan. Salah satunya, dengan menguburnya dalam lubang tanah kedap air.
Spesifikasi lubang penampungan dapat didesain berdasarkan estimasi volume darah per kilogram (kg) bobot hewan, yaitu 60 mililiter (ml)/kg bobot hewan. Setelah lubang diisi, limbah tersebut perlu diberi desinfektan seperti tablet klorin atau kapur tohor.
Baca juga : Menikah Dan Berkarier Di AS
Setelah itu, untuk air bekas pencucian daging, ditampung dalam tangki septik (septic tank) yang dirancang agar tidak merembes dan memiliki jarak aman dari saluran pembuangan. Air ini juga perlu ditambahkan desinfektan untuk menjamin keamanan lingkungan.
Untuk bagian tubuh hewan yang tidak dimanfaatkan, pembuangannya pun harus dilakukan secara bijak. Jika tersedia lahan dan jumlah hewan tidak banyak, sisa tersebut dapat ditimbun dalam tanah dengan tambahan desinfektan.
Jika jumlah hewan kurban banyak dan lokasi tidak memadai, sisa tubuh hewan harus diperlakukan sebagai limbah padat organik khusus, karena berpotensi mengandung patogen. “Limbah ini harus dipisahkan dari sampah organik biasa dan sampah non-organik, lalu dimusnahkan melalui proses insinerasi,” jelasnya.
Baca juga : Jelang Wukuf, 500 Jemaah Lansia Dibawa ke Hotel Transit
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Khoirudin mendukung upaya Pemprov DKI menerapkan Eco Kurban. Khoirudin bilang, penerapan Eco Qurban sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global yang menjunjung tinggi kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. “Jakarta adalah kota global. Kebersihan lingkungan menjadi indikator penting,” ujarnya, Senin (2/6/2026).
DPRD DKI, sambung Khoirudin, akan turut mengawal pelaksanaan pemotongan hewan kurban agar tetap memperhatikan aspek kebersihan dan tidak menimbulkan gangguan lingkungan.
Khoirudin mempersilakan warga melaksanakan pemotongan hewan kurban di lingkungan masing-masing. Di masjid maupun tempat tinggal. Dengan catatan, tetap menjaga kebersihan. [DRSRAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.