Sebelumnya
Kebakaran di Kapuk Muara menghanguskan 485 bangunan yang ditinggali 800 Kepala Keluarga (KK), atau 3.200 orang.
Pram menjelaskan, dari keseluruhan warga yang terdampak, lebih dari 1.900 orang bertahan di lokasi pengungsian. Dari hasil peninjauan, dia mengatakan, kebutuhan dasar seperti makanan, minuman. Sanitasi, hunian darurat dan aspek kesehatan telah tertangani.
Bahkan, lanjut Pram, di lokasi pengungsian juga telah dibuka posko pengurusan dokumen administrasi kependudukan bagi warga penyintas kebakaran.
“Semoga berbagai penanganan darurat ini, bisa meringankan beban warga yang terdampak kebakaran,” ucap politisi yang akrab disapa Pram ini.
Pram menegaskan, saat ini pihaknya memprioritaskan penanganan darurat lebih dahulu. Setelah itu, akan membahas tentang status lahan serta hunian warga.
“Saat ini kami fokus menangani korban di tempat ini. Apakah nanti perlu relokasi atau bagaimana, akan diputuskan setelah kami rapat secara detail membahas penanganan dampak kebakaran ini,” ucap mantan Sekretaris Kabinet ini.
Baca juga : MotoGP, Marc Marquez Pernah Diancam Mau Disantet
Dia mengakui, kebakaran di pemukiman padat yang berulang kali, telah memberikan pembelajaran kepada jajarannya. Karena itu, belum lama ini Pramono mengaku telah menandatangani Peraturan Gubernur tentang gerakan satu RT memiliki minimal satu Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
“Jadi, kalau ada kejadian seperti ini, mereka bisa cepat melakukan penanganan dini, sehingga dapat meminimalisir dampaknya,” tandas mantan Sekjen PDIP ini.
Staf Khusus Gubernur DKI Cyril Raoul Hakim menuturkan, Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat telah mengkoordinasikan agar sejumlah tenda pengungsian didirikan sejak Jumat malam (6/6/2025). “Terdiri dari tenda milik Dinas Sosial, Baznas, dan BPBD,” jelas politisi yang akrab disapa Chico ini.
Baca juga : Rossa, Prihatin Vidi Aldiano Digugat 24,5 Miliar
Chico menyampaikan, saat itu sebanyak 2.500 nasi boks telah didistribusikan untuk para pengungsi atau korban kebakaran. Sedangkan untuk kebutuhan lainnya, seperti obat-obatan dan perlengkapan bayi akan didistribusikan secara simultan.
Sebagai informasi, api yang berkobar sejak pukul 12.18 WIB, baru bisa dipadamkan total sekitar pukul 21.00 WIB. Sebanyak 150 personel pemadam kebakaran dengan 29 unit mobil pemadam, dikerahkan untuk memadamkan api.
Pemprov DKI akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi pusat, lembaga sosial, dan masyarakat, guna memastikan seluruh kebutuhan korban kebakaran terpenuhi dan proses pemulihan berjalan secepatnya. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.