BREAKING NEWS
 

Jumlah Korban PHK Tinggi Di Jakarta

BUMD Didorong Ikut Atasi Pengangguran

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Minggu, 22 Juni 2025 06:50 WIB
Para pencari kerja menghadiri Bursa Kerja Jakarta di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Senin (19/5/2025). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Ibu Kota turut andil mengatasi pengangguran. Sebab, jumlah angkatan kerja dan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Jakarta, meningkat tajam.

Untuk membantu mengatasi pengangguran, BUMD bisa membuka lowongan kerja (loker) dan kesempatan magang.

Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah angkatan kerja di Jakarta pada Februari 2025 mencapai 5,47 juta orang. Angka ini meningkat sekitar 41 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5,14 juta orang tercatat bekerja. Sedangkan 338,39 ribu orang masuk dalam kategori pengangguran.

Baca juga : Bicara Ekonomi Di Samping Putin, Prabowo Dapat Standing Applause

Tingginya angka pengang­guran ini, diperparah dengan banyaknya pekerja yang terkena PHK.

Data Kementerian Ketena­gakerjaan menunjukkan, Jakarta menjadi provinsi kedua dengan jumlah PHK tertinggi per 20 Mei 2025. Yakni, 6.279 pekerja yang kehilangan pekerjaan.

Karena itu, Sekretaris Komisi C DPRD DKI Suhud Alynudin meminta BUMD DKI mem­buka lapangan pekerjaan, dan membuka kesempatan tempat magang untuk lulusan SMA, SMK, dan S1.

Adsense

Hal tersebut disampaikan Suhud saat pembahasan Pertang­gungjawaban Pelaksanaan Ang­garan dan Pendapatan Belanja Daerah (P2APBD) Tahun Ang­garan 2024, Rabu (18/6/2025).

Baca juga : Kalau Dukung Israel Serang Iran, Trump Disemprit Putin

Menurutnya, magang juga penting. Sebab, memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar mengenal dunia kerja. “Selain itu, pembukaan lapangan kerja harus dipub­likasikan secara masif. Supaya, semua warga Jakarta yang me­menuhi syarat, bisa mengikuti prosesnya,” ujar kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Hal senada dikatakan Anggota Komisi C DPRD DKI Lukmanul Hakim. Banyaknya terjadi PHKdi Jakarta, cukup berdampak terhadap lulusan SMK, SMA, dan S1. Yakni, sulit mendapatkan tempat kerja dan tempat magang.

Untuk itu, lanjut Lukman, dibutuhkan sebuah strategi khusus untuk menghadapi tekanan ekonomi berskala nasional. “Bukalah peluang sebanyak-banyaknya untuk kesempatan magang bagi adik-adik kita di Jakarta. Karena, adik-adik kita sekarang susah cari tempat kerja dan magang,” kata dia.

Lukmanul mendorong Pem­prov DKI melalui BUMD dapat segera merealisasikan peluang kerja dan magang bagi lulusan SMK, SMA, dan S1. Termasuk, memperbanyak program pelatihan kerja berkelanjutan.

Baca juga : Senin, Kejagung Panggil Nadiem

Sehingga, seluruh manfaat program yang sudah tersalur­kan, benar-benar dirasakan masyarakat. “BUMD harus serius, karena kondisi saat ini mengeri­kan, pengangguran akibat PHK sudah banyak,” tambah dia.

Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Syaefuloh Hi­dayat menyampaikan, BUMD telah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI membuat Program Teaching Factory.

“Itu merupakan model pem­belajaran berbasis produksi atau jasa, mengacu standar dan prosedur industri. Pelaksanaan­nya dalam suasana kerja, dan melibatkan BUMD dalam pe­nilaiannya.”

Sehingga, sambung Syae­fullah, menghasilkan lulusan SMK yang kompeten, sesuai kebutuhan dunia kerja. Ter­masuk, memberikan pengala­man belajar yang relevan dengan dunia industri. “Insya Allah, ini menjadi perhatian. Kami akan tindak lanjuti dengan Disdik dan teman-teman dari BUMD,” ujarnya. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense