RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Ibu Kota turut andil mengatasi pengangguran. Sebab, jumlah angkatan kerja dan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Jakarta, meningkat tajam.
Untuk membantu mengatasi pengangguran, BUMD bisa membuka lowongan kerja (loker) dan kesempatan magang.
Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah angkatan kerja di Jakarta pada Februari 2025 mencapai 5,47 juta orang. Angka ini meningkat sekitar 41 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 5,14 juta orang tercatat bekerja. Sedangkan 338,39 ribu orang masuk dalam kategori pengangguran.
Baca juga : Bicara Ekonomi Di Samping Putin, Prabowo Dapat Standing Applause
Tingginya angka pengangguran ini, diperparah dengan banyaknya pekerja yang terkena PHK.
Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan, Jakarta menjadi provinsi kedua dengan jumlah PHK tertinggi per 20 Mei 2025. Yakni, 6.279 pekerja yang kehilangan pekerjaan.
Karena itu, Sekretaris Komisi C DPRD DKI Suhud Alynudin meminta BUMD DKI membuka lapangan pekerjaan, dan membuka kesempatan tempat magang untuk lulusan SMA, SMK, dan S1.
Hal tersebut disampaikan Suhud saat pembahasan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (P2APBD) Tahun Anggaran 2024, Rabu (18/6/2025).
Baca juga : Kalau Dukung Israel Serang Iran, Trump Disemprit Putin
Menurutnya, magang juga penting. Sebab, memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar mengenal dunia kerja. “Selain itu, pembukaan lapangan kerja harus dipublikasikan secara masif. Supaya, semua warga Jakarta yang memenuhi syarat, bisa mengikuti prosesnya,” ujar kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Hal senada dikatakan Anggota Komisi C DPRD DKI Lukmanul Hakim. Banyaknya terjadi PHKdi Jakarta, cukup berdampak terhadap lulusan SMK, SMA, dan S1. Yakni, sulit mendapatkan tempat kerja dan tempat magang.
Untuk itu, lanjut Lukman, dibutuhkan sebuah strategi khusus untuk menghadapi tekanan ekonomi berskala nasional. “Bukalah peluang sebanyak-banyaknya untuk kesempatan magang bagi adik-adik kita di Jakarta. Karena, adik-adik kita sekarang susah cari tempat kerja dan magang,” kata dia.
Lukmanul mendorong Pemprov DKI melalui BUMD dapat segera merealisasikan peluang kerja dan magang bagi lulusan SMK, SMA, dan S1. Termasuk, memperbanyak program pelatihan kerja berkelanjutan.
Baca juga : Senin, Kejagung Panggil Nadiem
Sehingga, seluruh manfaat program yang sudah tersalurkan, benar-benar dirasakan masyarakat. “BUMD harus serius, karena kondisi saat ini mengerikan, pengangguran akibat PHK sudah banyak,” tambah dia.
Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Syaefuloh Hidayat menyampaikan, BUMD telah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI membuat Program Teaching Factory.
“Itu merupakan model pembelajaran berbasis produksi atau jasa, mengacu standar dan prosedur industri. Pelaksanaannya dalam suasana kerja, dan melibatkan BUMD dalam penilaiannya.”
Sehingga, sambung Syaefullah, menghasilkan lulusan SMK yang kompeten, sesuai kebutuhan dunia kerja. Termasuk, memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan dunia industri. “Insya Allah, ini menjadi perhatian. Kami akan tindak lanjuti dengan Disdik dan teman-teman dari BUMD,” ujarnya. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.