Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemkomdigi Gandeng Rusia Bangun SDM Dan Ekosistem Digital
Sabtu, 21 Juni 2025 07:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Rusia untuk mempercepat pembangunan ekosistem digital nasional. Kerja sama ini meliputi penguatan infrastruktur teknologi, pelatihan sumber daya manusia (SDM), pertukaran teknologi, hingga pengembangan konten digital kolaboratif.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam membangun ekosistem digital yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. “Diplomasi digital Indonesia kini bergerak nyata,” ujar Meutya, dalam keterangan resminya, Jumat (20/6/2025).
Baca juga : Prabowo Terapkan Diplomasi Strategis
Sebagai tindak lanjut, dibentuk Sub-Komite Khusus antara kedua negara yang bertugas menggerakkan program-program konkret. Sub-komite ini akan fokus pada pelatihan talenta digital, riset bersama, pertukaran teknologi, serta produksi konten media lintas negara.
Selain kerja sama antarpemerintah, investasi dari sektor swasta juga digandeng untuk memperkuat pondasi digital Indonesia. Salah satunya adalah perusahaan teknologi asal Dubai, EDGNEX, yang menginvestasikan 2,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 37 triliun untuk membangun pusat data modern di Cikarang, Jawa Barat. Proyek ini akan berdiri di atas lahan seluas 12 hektare dan ditargetkan rampung bertahap mulai 2026 hingga 2028.
Baca juga : KKP Tegaskan, Pulau-pulau Indonesia Tidak Dijual
Menurut Meutya, kehadiran EDGNEX menandakan kuatnya kepercayaan investor global terhadap masa depan digital Indonesia. Kapasitas pusat data nasional yang semula hanya 180 megawatt (MW) kini telah meningkat menjadi 290 MW, dan diproyeksikan menembus 900 MW pada akhir 2025. Pemerintah bahkan membidik target jangka menengah sebesar 1,5 hingga 2 gigawatt (GW) dalam dua tahun ke depan.
“Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tapi juga nilai tambah sosial,” tegas Meutya. Ia menekankan, digitalisasi harus berdampak langsung ke masyarakat, termasuk mendorong UMKM go digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di sektor strategis seperti pangan, kesehatan, dan perikanan.
Baca juga : KPU Wajibkan Pemilih Bawa KTP Saat Nyoblos
Sebelumnya, Meutya juga meresmikan pusat data berbasis AI milik DCI Indonesia di Cibitung, yang diklaim sebagai fasilitas tercanggih di Asia Tenggara. Ini menunjukkan bahwa pelaku domestik juga memainkan peran penting dalam membangun kedaulatan digital nasional.
Rusia dipandang sebagai mitra potensial karena sukses menyediakan akses internet cepat dan murah bagi lebih dari 90 persen warganya. Biaya langganan broadband rumah di Rusia hanya berkisar Rp 95 ribu hingga Rp 160 ribu per bulan. Sebuah referensi menarik bagi Indonesia dalam memperluas layanan internet ke daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya