BREAKING NEWS
 

Mikirin Banjir Jakarta, Pramono Tidak Bisa Tidur

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Selasa, 8 Juli 2025 08:05 WIB
Gubernur Jakarta Pramono Anung (kedua kanan) saat meninjau pengerukan Kali Irigasi Bekasi di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Senin (7/7/2025). (Foto: Dok. beritajakarta.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jakarta Pramono Anung mengaku tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan banjir yang merendam sejumlah wilayah Ibu Kota, sejak Minggu (6/7/2025) sore.

Pramono mengatakan, bersama para wali kota dan kepala dinas terkait, begadang hingga dini hari guna memastikan respons cepat terhadap penanganan banjir di berbagai titik Ibu Kota.

“Kalau dilihat dari mata saya, Bu Ika (Kepala Dinas Sumber Daya Air Ika Agustin Ningrum), dan lain-lain, kami rata-rata belum ada yang tidur,” ujar Pramono saat meninjau pengerukan Kali Irigasi Bekasi di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Senin (7/7/2025) pagi.

Baca juga : Menko Polkam Fokus Jaga Stabilitas Nasional Mengawal Program Prioritas Presiden

Turun ke lapangan dengan mengenakan seragam krem, Pramono memantau langsung kerja alat berat yang mengeruk lumpur di dasar kali. Ia didampingi Kepala Dinas SDA Ika Agustin Ningrum, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Afan Adriansyah Idris, serta Wali Kota Jakarta Timur Munjirin.

Pramono menjelaskan, Kali Bekasi sebelumnya merupakan jalur irigasi yang dibangun Pemerintah Pusat. Kini, pengelolaannya menjadi tanggung jawab Pemprov DKI. Ia memerintahkan pengerukan sepanjang 5,3 kilometer (Km) sebagai langkah darurat untuk mencegah banjir susulan.

“Kalau tidak dirawat, ini bisa jadi sumber banjir,” tegasnya.

Baca juga : Zoya, Perempuan Suku Chukchi Penjaga Tradisi

Menurut Pramono, banjir yang melanda kali ini tergolong kompleks, karena dipicu tiga faktor sekaligus: banjir kiriman dari hulu, hujan lokal dengan intensitas tinggi, serta rob atau pasang air laut. Air laut disebut baru surut sekitar pukul 22.30 WIB pada Minggu malam.

Setelah itu, kata Politisi PDIP ini, Pemprov mengoperasikan 605 pompa untuk menyedot air di wilayah tergenang. Namun, tingginya volume air menyebabkan 10 unit pompa terbakar.

“Kami mohon maaf tidak bisa memuaskan semuanya. Ini banjir terparah selama empat bulan saya bertugas di Balai Kota,” ucap Pramono.

Adsense

Baca juga : PDIP Sarankan Ketua DPR Segera Bertemu Presiden

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum mengatakan, 605 pompa stasioner telah disiagakan di 202 lokasi. Selain itu, 500 pompa mobile juga disebar merata ke lima wilayah administrasi Jakarta.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense