Sebelumnya
“Upaya menyelesaikan pencemaran udara membutuhkan lebih dari itu. Lagi pula, tanpa alat-alat itu, kita bisa melihat betapa pekatnya langit Jakarta dari waktu ke waktu,” kritiknya.
Karena itu, dia mendesak Pemprov DKI memiliki rencana yang jelas, bagaimana mengatasi persoalan polusi udara.
“Salah satunya, bagaimana ruang-ruang terbuka hijau di kota ini bisa ditambah. Pemprov DKI harus mengarahkan fokusnya ke sana,” tegasnya.
Baca juga : Kejar Target 82,9 Juta Penerima Manfaat, MBG Disiapkan Rp 335 Triliun
Kepala Dinas LH DKI Jakarta Asep Kuswanto menyatakan, pihaknya berkomitmen terus memperbaiki kualitas udara. Salah satunya, menekan emisi kendaraan bermotor yang menjadi sumber utama pencemaran udara di Jakarta.
Beberapa langkah konkret yang sudah dijalankan, menurut Asep, yakni uji emisi sekitar 1,8 juta kendaraan roda empat maupun roda dua. Kemudian, menindak tegas pelanggar emisi, termasuk kendaraan berat.
Selain itu, menggelar pelatihan 2.240 teknisi uji emisi dan menyediakan 429 lokasi uji emisi mobil dan 163 titik motor.
Baca juga : Rp 200 M Bansos Dikorupsi
Dinas LH juga berkolaborasi dengan 31 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai mitra edukasi dan layanan.
Tingkat kepatuhan uji emisi, lanjut Asep, meningkat dari hanya 5,75 persen pada 2022 menjadi sekitar 25 persen pada 2025.
“Sosialisasi, edukasi dan penegakan hukum yang konsisten, mulai membuahkan hasil. Namun, polusi udara bukan hanya soal aturan. Ini soal kesadaran kolektif,” tandas Asep, Kamis (14/8/2025).
Baca juga : Siswa Sekolah Rakyat Dibikin Gagah
Asep menegaskan, penanganan polusi udara membutuhkan kerja sama dan peran semua pihak, termasuk masyarakat. Karena itu, dia mengimbau masyarakat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, dengan beralih menggunakan transportasi publik, melakukan uji emisi kendaraan dan mengecek kualitas udara sebelum beraktivitas.
“Ayo jaga udara, demi Jakarta yang lebih bersih dan sehat,” ajaknya.
Untuk memantau kualitas udara Jakarta dan mengetahui langkah yang perlu diambil saat akan beraktivitas di luar ruang, masyarakat dapat mengakses informasi secara real time, melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI) dan website resmi udara.jakarta.go.id. Data kualitas udara ini diperoleh dari 111 SPKU terstandarisasi yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.