RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur melakukan rekayasa lalu lintas di Jalan DI Panjaitan selama pekerjaan konstruksi pembangunan saluran pencegahan banjir.
Pembangunan tersebut dilakukan dari depan Apartemen Patria Park menuju Rumah Pompa Brantas, serta saluran crossing dari depan Kantor Kecamatan Jatinegara menuju Kantor UP4 DSDA Kelurahan Cipinang Besar Selatan.
"Pembangunan saluran ini menjadi langkah penanganan banjir di kawasan Jalan DI Panjaitan masih sering terjadi banjir dengan ketinggian sekitar 70-80 sentimeter (cm). Namun, karena adanya aset kabel bawah tanah milik PLN, trase jacking yang semula berada di lajur reguler harus dipindahkan," kata Kepala Seksi Pembangunan dan Peningkatan Drainase Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur, Tengku Saugi Zikri, saat dikonfirmasi, Kamis (11/9/2025).
Menurutnya, metode jacking sendiri merupakan pemasangan pipa dengan melakukan pengeboran tanah di bawah permukaan jalan lalu mendorongkan pipa dengan menggunakan tekanan hidrolik. Dari pengerjaan pembangunan tersebut, berdasarkan informasi dari PLN UPP JB2 di sepanjang Jalan DI Panjaitan terdapat aset kabel transmisi bawah tanah (SKTT) 150 kV Cawang Baru-AGP dan SKTT 150 kV Cawang Baru-Taman Rasuna.
Baca juga : Gedung Grahadi Dibakar, Senator Jatim Berduka Dan Tulis Puisi Cinta
Kabel ini merupakan listrik ke Jakarta dan tidak memungkinkan dilakukan pengalihan jalur (reroute) sebagai perlindungan aset tersebut sekaligus memastikan pembangunan saluran tetap berjalan, Sudin SDA Jakarta Timur memutuskan memindahkan trase jacking dan lokasi pit ke jalur busway.
Namun, pemindahan trase ini berdampak pada perubahan manajemen rekayasa lalu lintas. Dishub DKI bersama Sudin SDA akan memberlakukan pengaturan lalu lintas mulai 10 September 2025 hingga 13 Februari 2026.
“Untuk pekerjaan crossing dari depan Kantor Kecamatan Jatinegara menuju Kantor UP4, pekerjaan hanya dilakukan pada window time pukul 22.00–04.00 WIB. Pada pagi hari, jalur ditutup dengan pelat sehingga tetap dapat dilintasi kendaraan,” paparnya.
Ia mengimbau masyarakat tetap menyesuaikan perjalanan dan mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas. Pembangunan tersebut berkoordinasi bersama pihak Sudin Perhubungan, Polda Metro Jaya, Satpol PP Kecamatan dan Kelurahan.
Baca juga : Jalan Di Cawang Banjir, Infrastruktur Jakarta Nggak Mumpuni Hadapi Hujan Deras
Adapun Pemerintah Kota Jakarta Timur berkomitmen mengatasi dan menyelesaikan permasalahan banjir dan genangan di wilayah setempat melalui pembangunan saluran dengan metode jacking dan crossing.
Berikut rekayasa lalu lintas selama proses pembangunan saluran berlangsung:
1. Sebagai upaya optimalisasi konsistensi lajur, maka separator jalur Transjakarta sepanjang sekitar 150 meter dibongkar sementara sehingga bus melintas bercampur dengan kendaraan umum. Separator akan dipasang kembali setelah pekerjaan selesai.
2. Putaran balik (Selatan-Selatan) di depan gedung Patria Park ditutup. Kendaraan dialihkan untuk berputar di atas Underpass Cawang atau Halim Baru.
Baca juga : Perlu Anda Tahu, Air Minum Layak Belum Tentu Aman Dikonsumsi
3. Putaran balik (Utara-Utara) di depan Gedung Brantas ditutup. Kendaraan dialihkan melalui Jalan Laksamana Malahayati dan dapat berputar di depan Pasar Ciplak.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.