Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Banyak Yang Mudik Lebih Awal
Polri Optimis Kepadatan Lalu Lintas Mudah Diurai
Rabu, 26 Maret 2025 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Polri mengapresiasi kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebab, banyaknya pemudik yang melakukan perjalanan lebih awal akan membuat padatnya arus lalu lintas lebih mudah diurai.
Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho mengungkapkan, berdasarkan hasil laporan petugas di lapangan, peningkatan arus mudik Lebaran 2025 terlihat sejak H-10 atau Jumat (21/3/2025). Menurutnya, peningkatan arus kendaraan itu menuju Trans Jawa dan Trans Sumatera.
Sebagai gambaran, kata Agus, dibandingkan data yang dilaporkan Jasa Marga pada H-10 masa Lebaran 2024, total kendaraan yang melintas menuju Trans Jawa pada H-10 masa Lebaran 2025 mengalami kenaikan 37,5 persen, dari semula sebanyak 115 ribu menjadi 158 ribu.
Baca juga : Waspada, Pinjol Ilegal Gencar Cari Mangsa
“Sama dengan yang ke Sumatera. Melalui Bakauheni juga ada kenaikan pada H-10. Kenaikannya 15,7 persen. Lalu, H-9 itu 82 persen,” ujar Agus dalam keteranganya dikutip, Selasa (25/3/2025).
Menurutnya, peningkatan arus mudik pada H-10 pada Lebaran 2025 berkaitan erat dengan kebijakan WFA bagi ASN yang berlaku efektif pada Senin (24/3/2025). Sebab, banyak pemudik dari kalangan ASN yang menjadikan hari Sabtu dan Minggu sebagai waktu perjalanannya menuju kampung halaman, sehingga mereka langsung bekerja pada Senin (24/3/2025).
“Artinya, kebijakan WFA ini sangat tepat. Bagus sekali Pemerintah mengambil kebijakan cepat terkait ini. Jadi H-10, lalu lintasnya sudah kelihatan naik,” imbuhnya.
Baca juga : Tindak Tegas Dong Pelaku Kecurangan Takaran Beras
Lebih lanjut, Agus meyakini peningkatan arus mudik pada H-10 Lebaran akan membuat tugas aparat dan para pemangku kepentingan lain menjadi lebih mudah, saat mengawali arus mudik puncak. Sebab, kepadatan lalu lintas lebih mudah diurai.
“Diperkirakan, puncak arus mudik akan terjadi pada 28-29 Maret 2025. Kami optimis, kepadatan saat puncak arus mudik lebih mudah terurai,” ucapnya.
Agus menambahkan, pihaknya telah menetapkan sejumlah kebijakan untuk mengawali arus mudik tahun 2025. Salah satunya, larangan melintas bagi kendaraan sumbu tiga untuk memberikan kenyaman dan keamanan para pemudik.
Baca juga : Mau Ngadu Nasib Di DKI Kudu Punya Skill
Bila mendekati puncak arus mudik masih terjadi kepadatan, lanjut Agus, terhenti juga sudah menyiapkan skema sistem satu arah atau one way dan contra flow.
“Pemerintah bersama kementerian/lembaga, pemangku kepentingan yang memiliki fungsi kolaborasi, sudah kami lakukan. Semoga mudik tahun ini menjadi mudik yang aman dan nyaman,” tandasnya.
Diketahui, Polri melaksanakan Operasi Ketupat 2025 sejak 23 Maret hingga 8 April 2025. Operasi Ketupat tahun ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan seperti TNI, Basarnas, BMKG, hingga Kementerian Perhubungan. Sebanyak 164.298 personel diturunkan untuk menjalankan operasi tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya