BREAKING NEWS
 

Banyak Kios Kosong Di Blok G, Pedagang Berharap Revitalisasi

Duh, Pasar Tanah Abang Sepi Pembeli Dan Kumuh

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Sabtu, 20 September 2025 06:25 WIB
Pasar Tanah Abang Blok G, Jakarta Pusat. (Foto: Dede Iswadi/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 40 persen dari 153 pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya, kondisinya memprihatinkan. Salah satunya, Pasar Tanah Abang Blok G. Pasar ini kotor, semrawut dan digenangi air.

“Langsung bayar, 5 ribu.” Itu ucapan selamat datang yang Rakyat Merdeka terima saat hendak masuk Pasar Tanah Abang Blok G, Jakarta Pusat, Rabu (17/9/2025), sekitar pukul 14.20 WIB. 

Sejurus kemudian, pria berpakaian bebas yang duduk di kursi plastik dan di depannya ada meja kecil itu, menulis nomor pelat motor yang dinaiki Rakyat Merdeka di secarik karcis parkir. Lalu, menyodorkan karcis itu. 

Baca juga : Manchester United Vs Chelsea, Duel Raksasa Buruk Rupa

Usai menyerahkan duit Rp 5 ribu, Rakyat Merdeka melewati lorong lantai dasar menuju parkiran di belakang pasar. Kondisi di sepanjang lorong, remang-remang dan tercium amis daging. 

Di sebelah kiri lorong ini, terdapat los pedagang daging. Kondisinya kotor dan berantakan. Hanya ada beberapa pedagang yang berjualan. Di sebelah kanan, tempat kios berjejer. Namun, tidak ada aktivitas. Tutup. 

Rakyat Merdeka beranjak ke lantai satu, menaiki eskalator yang mati. Di lantai satu, hanya beberapa kios yang buka. Umumnya, pedagang bumbu dapur dan plastik. Seperti di lantai dasar, hanya kios di sebelah kiri yang masih buka. Kondisinya sama, acak-acakan dan kotor. 

Baca juga : Li-Ning China Masters 2025, Fajar/Fikri Sukses Balas Kekalahan Tim Garuda

Karena eskalator untuk menuju ke lantai dua dan tiga dipasangi pagar dan digembok, Rakyat Merdeka turun. Keluar, melalui pintu depan, dari gedung berkelir kuning menuju gedung bagian kanan yang dindingnya dominan biru. Jalannya tergenang air, sekitar semata kaki orang dewasa. 

Menurut Doni, salah seorang pedagang, genangan ini selalu terjadi setiap hujan. Memang sekitar pukul 1 siang itu, hujan mengguyur kawasan Tanah Abang. “Genangan ini karena saluran air dari belakang, meluap,” ceritanya. 

Genangan, lanjut Doni, akan surut dalam 2-3 jam. “Kalau tidak hujan lagi ya,” ucap pria yang sudah 11 tahun mengadu nasib di Pasar Tanah Abang Blok G. 

Baca juga : Purbaya Dipuji Senayan

Jika hujannya deras dan lama, lanjut dia, genangan bisa sampai selutut pengunjung pasar yang sepi ini. Meskipun sepi pembeli, Doni masih bertahan. Terutama, untuk meladeni pelanggannya. 

Siang itu, lantaran jalan menuju kiosnya tergenang, Doni mengenakan sepatu boot karet untuk mengantar pesanan kepada pembeli yang menunggu di pinggir jalan. Tepatnya, di bawah eskalator menuju Blok B yang terhubung dengan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) ke Stasiun Tanah Abang. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense