Sebelumnya
Pantauan Rakyat Merdeka, kondisi gedung pasar di sebelah kanan, tidak jauh berbeda. Hanya lantai dasar dan lantai satu yang masih dihuni pedagang. Itu pun tidak semua terisi.
Sedangkan lantai dua dan tiga, kosong. Dua lantai ini mulai ditinggal pedagang sejak 2014, lantaran sepi pembeli. Mereka yang sebelumnya pedagang kaki lima (PKL), memilih kembali berjualan di trotoar atau tempat-tempat lain yang ramai.
Pasar Tanah Abang Blok G, bukan satu-satunya pasar yang berada di bawah naungan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya yang kondisinya memprihatinkan.
Baca juga : Manchester United Vs Chelsea, Duel Raksasa Buruk Rupa
Berdasarkan Data Pusat Koperasi Pedagang Pasar (Puskoppas) DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya mengelola 153 pasar. Dari jumlah itu, 146 pasar masih aktif dan tujuh pasar telah dialihfungsikan.
“Jumlah pedagang tercatat 110.480 orang. Namun, sekitar 40 persen pasar, dalam kondisi sangat memprihatinkan,” kata Ketua Puskoppas DKI Gusnal dalam keterangannya, dikutip pada Kamis (17/9/2025).
Menurut Gusnal, 40 persen pasar tersebut, kondisinya kumuh, becek, rawan banjir, hingga rawan kebakaran. “Sudah tidak layak dan tidak memadai, terutama perihal kebersihan, sehingga mengurangi minat pengunjung untuk berbelanja ke pasar,” ujarnya.
Baca juga : Li-Ning China Masters 2025, Fajar/Fikri Sukses Balas Kekalahan Tim Garuda
Gusnal memaparkan, beberapa pasar sebenarnya sudah direncanakan direvitalisasi, tapi terkendala beberapa hal. Seperti, perizinan dan sulitnya mencari investor atau pengembang. “Bahkan, ada beberapa pasar yang pembangunannya berhenti atau mangkrak. Padahal, pasar existing sudah dibongkar,” bebernya.
Seperti, Pasar Senen Blok 6 yang sudah dibongkar pada 2017, Pasar Bendungan Hilir dan Pasar Blok A Fatmawati yang dibongkar pada 2018, dan Pasar Cempaka Putih yang empat tahun lalu kebakaran. “Pasar Blok G, sejak 2019 sudah siap tempat penampungan sementara. Tapi, sampai sekarang belum ada realisasi pembangunan,” ucapnya.
Karena itu, pada Rabu (10/9/2025), Tim Penyelamat Pedagang Pasar Tradisional menggelar audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Mereka ingin menyampaikan aspirasi dan harapan pedagang pasar se-Jakarta.
Baca juga : Purbaya Dipuji Senayan
Mereka meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI membentuk tim untuk penyelamatan pedagang pasar se-Jakarta. Tim terdiri dari unsur Pemerintah Provinsi DKI, DPRD DKI, pengelola dan pedagang pasar.
Kemudian, mereka meminta Perumda Pasar Jaya melakukan tindakan konkret untuk menarik pengunjung kembali berbelanja ke pasar. Yakni, dengan membenahi sarana prasarana, terutama kebersihan, lahan parkir dan toilet. Selain itu, Perumda menertibkan PKL di sekitar pasar.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.