RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan pemutihan 6.654 ijazah pada tahun 2025 untuk membantu lulusan dari keluarga tidak mampu agar dapat mengambil ijazah mereka yang tertahan karena tunggakan biaya administrasi.
Pramono menjelaskan, ijazah yang telah diputihkan atau ditebus ini kemudian dapat digunakan oleh lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau sebagai syarat untuk melamar pekerjaan demi masa depan yang lebih baik.
“Sekarang ini, di tahun ini, kami menargetkan mudah-mudahan 6.654 ijazah yang bisa diputihkan,” ujar Gubernur Pramono di Kawasan Rorotan, Jakarta Utara, Selasa (23/9/2025).
Baca juga : Pramono Dukung Penutupan Lokasi Parkir Ilegal Di Jakarta
Pramono menambahkan, program ini juga sejalan dengan pembangunan universitas di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kawasan ini dinilai membutuhkan perhatian khusus karena beragam persoalan sosial dan infrastruktur.
“Kenapa kemudian universitas ini dibangun di Tanjung Priok? Di mana warga yang, terus terang, saya sudah keliling seluruh wilayah di DKI. Salah satu problem yang cukup harus mendapatkan perhatian adalah di Tanjung Priok ini, di Cilincing ini, di Rorotan ini,” jelas Pramono.
Pembangunan universitas di kawasan tersebut diharapkan dapat mendorong kemajuan pendidikan dan membuka peluang lebih besar bagi generasi muda di Jakarta Utara.
Baca juga : Pasar Jaya Klaim Telah Revitalisasi 67 Pasar Tradisional Di Jakarta
Diketahui, rasio gini merupakan persoalan yang masih membayangi ibu kota. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, angka kemiskinan di Jakarta pada Maret 2025 sebesar 4,28 persen, atau naik 0,14 persen dibandingkan September 2024 yang hanya 4,14 persen.
Sementara jika dibandingkan dengan Maret 2024, angka kemiskinan pada Maret 2025 turun 0,02 persen poin, atau dari 4,3 persen menjadi 4,28 persen.
Sampai dengan saat ini, Pemprov DKI telah memberikan bantuan pemutihan ijazah tahap 4. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengungkapkan sejauh ini Pemprov DKI telah memberikan bantuan pemutihan ijazah tahap 1 sampai 3 kepada total 1.315 peserta didik dengan nilai anggaran Rp 4.338.796.771 mulai bulan April 2025.
Baca juga : Jusuf Kalla: Rawan Konflik, Jurang Pemisah Si Kaya dan Si Miskin Di Jakarta Makin Dalam
"Pemutihan ijazah tahap 4 diberikan kepada 1.897 peserta didik dengan nilai anggaran sebesar Rp 7.698.788.800. Gelombang pertama dilakukan hari ini (21 Agustus 2025) untuk 774 peserta,” tutur Nahdiana.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.