Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jusuf Kalla: Rawan Konflik, Jurang Pemisah Si Kaya dan Si Miskin Di Jakarta Makin Dalam
Rabu, 10 September 2025 15:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) mengingatkan tantangan besar yang dihadapi Jakarta sebagai ibu kota negara.
Dalam pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI DKI Jakarta periode 2025-2030, JK menyoroti tajamnya kesenjangan sosial di Jakarta yang menjadi tempat tinggal bagi warga dari kelas ekonomi tertinggi hingga terendah.
"Memang seperti dikatakan Pak Gubernur, di Jakarta ini orang terkaya di Indonesia ada di Jakarta. Dan mungkin juga orang miskin terbanyak," ujar Jusuf Kalla saat memberikan sambutan di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Rabu (10/9/2025).
Baca juga : Situasi Malam Ini Tak Kondusif, 4 Rute TransJakarta Hentikan Layanan
Menurut JK, kondisi sosial ekonomi Jakarta sangat beragam dan mencerminkan jurang ketimpangan yang lebar. Hal ini, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama agar tidak menimbulkan permasalahan sosial yang lebih besar.
"Variasinya banyak sekali. Maka dibutuhkan upaya lebih baik agar jangan terjadi macam-macam. Karena kalau terlalu banyak orang miskin, bisa menimbulkan masalah. Mereka hanya ingin hidup, bukan untuk makmur," jelasnya.
Jusuf Kalla juga menekankan pentingnya peran Palang Merah Indonesia dalam merespons berbagai kebutuhan masyarakat rentan, mulai dari korban bencana hingga kelompok masyarakat miskin di perkotaan.
Baca juga : Menlu Belarus dan Konsul Kehormatan di Surabaya Gelar Jamuan Makan Malam
"PMI harus berjuang. Bukan hanya dalam batas-batas itu, harus bekerja untuk keselamatan dan kebaikan untuk kita semuanya," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengamini pernyataan Jusuf Kalla terkait persoalan kesenjangan. Dia menegaskan bahwa tantangan utama Jakarta saat ini bukan lagi pembangunan fisik, melainkan ketimpangan sosial yang terus meningkat.
"Persoalan di Jakarta, hampir semua indikatornya baik, kecuali satu, yaitu disparitas. Gini rasionya naik, dari 0,34 naik sedikit," kata Pramono.
Baca juga : Dukung Pembayaran Royalti Musik, PHRI Jakarta Minta Jangan Bebani Hotel Kecil
Dia menambahkan, kesenjangan sosial tidak terlihat di pusat-pusat kota, melainkan di permukiman padat dan kawasan-kawasan yang luput dari perhatian.
"Problem Jakarta itu bukan Sudirman, Thamrin, atau Gatot Subroto. Problem utamanya ada di gang-gang atau di tempat-tempat warga yang tidak beruntung," ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya