BREAKING NEWS
 

Tekan Pencemaran Udara, Dewan Dorong Pelajar Diedukasi Cegah Polusi

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Sabtu, 27 September 2025 06:25 WIB
Pepohonan, seperti di Taman Ayodya, Jakarta Selatan, dapat mengurangi polusi udara. (Foto: Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
“Car Free Day harus diperbanyak. Bukan hanya di Thamrin, tetapi setiap wilayah diadakan. Supaya menurunkan emisi,” kata Rano di acara Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2025 di Cibis Park, Jakarta, Kamis (25/9/2025). 

Dia juga mengaku terus berupaya membangun taman-taman kota. Sebab, meski aturan mengamanatkan ruang terbuka hijau (RTH) sebesar 30 persen dari luasan total, faktanya saat ini RTH di Jakarta baru sekitar 5 persen. 

Menurutnya, berbagai upaya yang dilakukan itu tetap membutuhkan proses. Sehingga, realisasinya tidak bisa seperti membalik telapak tangan. “Itu salah satu usaha. Cuma tentu memerlukan pengorbanan untuk segera membangun,” tandasnya. 

Baca juga : Kasus Jalan Mempawah, KPK Geledah Rumah Gubernur Kalbar

Untuk dapat memantau kualitas udara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta tengah mematangkan regulasi mengenai Early Warning System (EWS) Kualitas Udara Jakarta. EWS diperkenalkan di JEFF 2025. 

Kepala Dinas LH DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, EWS akan menyajikan informasi kepada masyarakat tentang kualitas udara hingga tiga hari ke depan. “Dengan adanya EWS, masyarakat bisa lebih awas dan melakukan antisipasi saat beraktivitas,” kata Asep. 

Sistem yang dapat diakses secara real time ini, memungkinkan masyarakat mengetahui kondisi udara terkini, sekaligus membantu Pemerintah mengambil langkah cepat dan terukur untuk menjaga kualitas udara. 

Baca juga : Atletico Madrid Vs Real Madrid, Uji Keperkasaan Tetangga

Berdasarkan kajian yang dilakukan pihaknya, lanjut Asep, faktor terbesar pemicu kualitas udara buruk di Jakarta, yaitu sektor transportasi dan industri. Karena itu, Pemprov DKI sangat konsen mendorong penggunaan angkutan umum dan melakukan uji emisi kendaraan untuk mengurangi polusi udara. 

Asep berharap, JEFF 2025 dapat mendorong percepatan pengendalian pencemaran udara. Menurutnya, upaya ini penting agar hasilnya segera dirasakan masyarakat, sekaligus membantu Jakarta meningkatkan kualitas udara secara nyata. 

“Partisipasi warga dan dukungan berbagai pihak menunjukkan, Jakarta siap melangkah lebih jauh menuju masa depan yang hijau, sehat, dan tangguh,” tandasnya. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense