Dark/Light Mode

Turunkan Harga BBM, Anwar Ibrahim: Hanya Brunei Yang Lebih Rendah Dari Kita

Jumat, 26 September 2025 07:49 WIB
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (kanan) saat bertemu Presiden Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/7/2025). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (kanan) saat bertemu Presiden Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/7/2025). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Malaysia resmi menurunkan harga BBM jenis RON 95 menjadi 1,99 ringgit per liter atau sekitar Rp 7.900. Harga ini akan mulai berlaku pada 30 September nanti. Sebelumnya, harga BBM RON 95 di Malaysia adalah 2,05 ringgit atau setara Rp 8.100.

“Mulai 30 September, seluruh rakyat Malaysia akan menikmati harga baru RON 95 yakni 1,99 ringgit per liter dengan menggunakan MyKad (kartu identitas Malaysia)” kata Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dikutip Kamis (25/9/2025).

Untuk kepolisian dan tentara, bahkan bisa menikmati penurunan harga lebih awal, yakni 27 September. Setelahnya, penerima Sumbangan Tunai Rahmah (STR) atau bantuan sosial akan menyusul pada 28 September. 

Sementara, untuk warga asing, tetap harus membeli RON 95 dengan harga pasar sekitar 2,60 ringgit (sekitar Rp 10.300). Pemerintah Malaysia juga menetapkan batas pembelian BBM bersubsidi 300 liter per bulan per orang dengan pengecualian bagi pengemudi transportasi online.

Baca juga : Digencet Dolar AS dan Singapura, Rupiah Butuh Obat Kuat

“Upaya ini untuk memastikan subsidi didistribusikan lebih adil kepada warga yang berhak, sekaligus mencegah kebocoran,” tegas Anwar.

Dia menjelaskan, harga BBM di Malaysia bisa ditekan karena adanya subsidi besar-besaran agar harga di tingkat konsumen tidak melonjak, meskipun harga minyak dunia naik. “Pada tahun 2023 dan 2024 saja, subsidi untuk RON 95 diperkirakan menghabiskan hampir 20 miliar ringgit (sekitar Rp 790 triliun) per tahun,” ungkapnya.

Malaysia juga diuntungkan karena berstatus pengekspor minyak. Ditambah lagi jumlah penduduknya hanya sekitar 32 juta jiwa, jauh lebih sedikit dibanding Indonesia di angka 270 juta jiwa.

Selain itu, jumlah kendaraan di Malaysia hanya sekitar 33 juta unit. Sedangkan Indonesia mencapai 145 juta unit. Dari sisi distribusi, Malaysia sebagiannya berupa daratan memudahkan penyaluran BBM dibanding Indonesia yang berbentuk kepulauan.

Baca juga : Melihat Siswa Keracunan MBG, Tergeletak Di Bangsal, Dikipasin Kardus Cokelat

Anwar mengklaim, Malaysia satu-satunya negara yang berani menurunkan harga BBM di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Dia pun membandingkan harga RON 95 Malaysia dengan negara lain.

Dia merinci, di Arab Saudi harga BBM 2,61 ringgit (Rp 10.400) per liter. Di Indonesia 3,22 ringgit (sekitar Rp 12.000-an), Filipina 4,22 ringgit (Rp 16.000-an), Thailand 5,68 ringgit (Rp 22.000-an), dan Singapura 9,02 ringgit (Rp 35.000-an).

“Hanya Brunei yang sedikit lebih rendah dari kami,” kata Anwar.

Berdasarkan data globalpetrolprices, harga BBM di Malaysia memang paling murah. Sementara Singapura paling mahal karena bensin dijual 2,736 dolar Singapura per liter (sekitar Rp 35.000) dan solar 2,5 dolar Singapura (Rp 32.500).

Baca juga : Buru 200 Penunggak Pajak, Purbaya Diback Up KPK

Posisi Indonesia berada di tengah. Lebih murah dibanding Vietnam (Rp 13.407), Kamboja (Rp 18.891), Laos (Rp 22.238), dan Thailand (Rp 22.760), tapi masih jauh di atas Malaysia.

Berdasarkan data terakhir, harga BBM Pertamina per 25 September 2025 di Jawa dan Bali untuk Pertalite dengan RON 90 Rp 10.000 per liter, Pertamax dengan RON 92 Rp 12.200 per liter, Pertamax Turbo dengan RON 98 Rp 13.100 per liter, Pertamax Green dengan RON 95 Rp 13.000 per liter.

Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyatakan, ada banyak faktor yang membuat harga BBM Indonesia lebih tinggi dibanding Malaysia. “Bisa karena harga impor, harga jual kompetitif di dalam negeri, atau biaya distribusi dalam negeri,” ucapnya, seperti dikutip CNN Indonesia. BYU/MEN

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.