RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana memindahkan Patung Jenderal Sudirman ke lokasi yang lebih strategis sebagai bagian dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Dukuh Atas.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, pemindahan patung ini dilakukan dengan mempertimbangkan nilai historis dan strategis dari tokoh nasional tersebut.
"Jadi, Patung Sudirman tentunya kita harus memberikan apresiasi karena bagaimanapun ini adalah jenderal besar," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Baca juga : Proyek Pani EMAS Bakal Jadi Jagoan Tambang Emas Primer di Asia Pasifik
Pemindahan patung akan dilakukan sebagai bagian dari proses penataan ulang kawasan Dukuh Atas, yang tengah dibangun menjadi pusat TOD terpadu.
"Sehingga nanti kalau di Dukuh Atas akan dibangun, dikoneksikan, Patung Sudirman harus ditempatkan yang betul-betul di depan," tambahnya.
Meski belum ditentukan secara detail titik pastinya, Gubernur menyebutkan bahwa patung akan berada di area yang terlihat jelas dari arah Thamrin, sebelum pengunjung naik menuju kawasan Dukuh Atas. Penempatan ini dimaksudkan agar keberadaan patung lebih terlihat dan memiliki nilai estetika serta historis yang lebih kuat.
Baca juga : Pemprov DKI Beri Diskon Pajak 50 Persen Untuk Sektor Hiburan Dan Seni
"Malah ketika kita sebelum naik ke Dukuh Atas, kalau kita dari Thamrin, Patung Sudirman akan kelihatan dengan lebih jelas dan lebih enak untuk dilihat," ungkap Pramono.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggelar pertemuan konstruktif membahas percepatan pengembangan transportasi di Jakarta, khususnya terkait Transit Oriented Development (TOD).
“Kami bahas TOD di Jalan Sudirman, Stasiun Dukuh Atas. Kemudian juga ada beberapa hal, khususnya yang berkaitan dengan transportasi," kata Dudy di Mandiri University, Jakarta, Senin (29/9/2025).
Baca juga : Pemda Siap Kawal Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis
Dudy menjelaskan kawasan berorientasi transit atau TOD Dukuh Atas nantinya akan menghubungkan empat moda transportasi berbasis kereta secara terpadu untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat, yakni Moda Raya Terpadu (MRT), Lintas Raya Terpadu (LRT), Kereta Rel Listrik (KRL), dan kereta bandara.
"Jadi sudah didesain sedemikian rupa sehingga masyarakat dalam melakukan mobilitasnya bisa dengan mudah berpindah dari satu moda ke moda lain di Stasiun Dukuh Atas, Sudirman, maupun BNI City," terang Dudy.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.