BREAKING NEWS
 

Banyak Siswa SMAN 72 Mau Pindah Sekolah

Trauma Ledakan Perlu Diatasi Sesegera Mungkin

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Jumat, 21 November 2025 06:25 WIB
Personel TNI dan Polri berjaga pasca terjadi ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025). (Foto: Tedy Kroen/RM)

 Sebelumnya 
Sebelumnya, Pramono Anung mengatakan, banyak siswa SMAN 72 yang ingin pindah. Pramono menyampaikan hal itu usai bertemu Kepala SMAN 72, dalam kunjungan kerja di wilayah Jakarta Utara, Minggu (16/11/2025). 

Menurut Pramono, dampak ledakan di lingkungan sekolah ini, ternyata lebih besar dari perkiraannya. 

“Di luar dugaan saya, banyak siswa yang minta pindah sekolah,” ujar mantan Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini. 

Karena itu, Pramono meminta SMAN 72 dan Dinas Pendidikan DKI merumuskan langkah yang tepat, agar dampak ledakan itu tidak berkepanjangan dan tidak mengganggu masa depan para murid. 

Baca juga : Kasus KSU Dan Akuisisi Saham PT JN, Eks Dirut ASDP Divonis 4,5 Tahun

Di tempat terpisah, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Putu Kholis Aryana memaparkan perkembangan penanganan kasus ini. 

Menurutnya, polisi masih memantau kondisi Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) berinisial F, yang diduga sebagai pelaku ledakan bom berdaya ledak rendah ini. 

Putu memaparkan, pada Senin (17/11/2025), tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggelar rapat koordinasi bersama Balai Pemasyarakatan (Bapas), Dinas terkait dan Detasemen Khusus (Densus) 88. 

“Dari hasil rapat itu, disusun rencana permintaan keterangan terhadap ABH yang ditargetkan dapat dilaksanakan pada rentang 17-21 November 2025,” terang Putu di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (18/11/2025). 

Baca juga : Senang Jumpa Trump Di Gedung Putih, Ronaldo Diingatkan Kasus Pemerkosaan

Kemudian, Tim Ditreskrimum bersama pendamping, termasuk psikolog, mendatangi Rumah Sakit (RS) Polri, Jakarta Timur, untuk bertemu tim dokter yang menangani ABH. Namun hingga Selasa (18/11/2025) pagi, kondisi ABH masih belum stabil. 

ABH baru selesai menjalani pemasangan selang makan sehingga dokter Kepolisian belum mengizinkan tim Ditreskrimum mengorek keterangan ABH. 

Meski begitu, polisi melanjutkan langkah lain dalam penanganan kasus ini. 

“Pendalaman terhadap bukti digital dan barang bukti yang sedang dianalisis Puslabfor, terus berjalan,” tambah Putu. 

Baca juga : Putri Main Tenang, Alwi Sempat Gugup

Selain itu, pemeriksaan saksisaksi serta sejumlah anak lain yang telah dijadwalkan pada pekan ini, juga tetap dilakukan. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, polisi telah memeriksa 46 saksi anak berstatus siswa/siswi. Menurutnya, pemeriksaan dilakukan bersamaan dengan kegiatan observasi dari tim Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor). 

“Pemeriksaan terhadap ayah dari ABH juga sudah dilakukan,” jelas Budi. 

Diketahui, insiden ledakan terjadi di lingkungan SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025) siang. Total korban akibat peristiwa ledakan tersebut sebanyak 96 orang. [DRS/RAA/IMK]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense