BREAKING NEWS
 

Kurangi Risiko Banjir, Pramono Andalkan Operasi Modifikasi Cuaca

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Selasa, 20 Januari 2026 10:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tetap perlu dilakukan meskipun Jakarta masih mengalami banjir di sejumlah wilayah. Menurutnya, tanpa OMC, dampak banjir yang terjadi justru berpotensi lebih parah.

“Dilakukan OMC, dilakukan. Kalau tidak dilakukan, (banjir) lebih dari itu,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).

Pramono menjelaskan bahwa OMC menjadi salah satu upaya penting Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mengendalikan intensitas hujan, khususnya di tengah cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. 

Terkait anggaran pelaksanaan OMC, Pramono menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan selama satu bulan penuh. Bahkan, dilakukan pergeseran anggaran dari Belanja Tidak Terduga (BTT) guna memastikan operasi tersebut dapat berjalan optimal.

“Kalau untuk anggaran OMC, jadi kami sudah menganggarkan untuk satu bulan ini,” ujarnya.

Baca juga : Bangun Pabrik Ban Di Demak, Sailun Group Jadikan RI Basis Produksi Asia Tenggara

Menurut Pramono, keputusan pergeseran anggaran dilakukan karena pihak yang seharusnya mengurus perizinan OMC sempat ragu, mengingat besarnya kebutuhan anggaran.

“Orang yang bertanggung jawab harusnya membuat izin untuk melakukan OMC, Karena dia gak mau, karena aku takut kok ini jumlahnya menjadi besar,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa anggaran OMC juga mencakup pelaksanaan operasi sebelumnya, termasuk beberapa kali operasi yang telah dilakukan dalam waktu dekat.

Adsense

“Termasuk 3 kali yang kemarin, langsung kita pindahkan,” ujar Pramono.

Pramono menegaskan, pengendalian hujan dan penanganan banjir menjadi perhatian serius Pemprov DKI Jakarta, khususnya selama satu bulan ke depan hingga pasca perayaan Imlek.

Baca juga : Dukung Transisi Energi, PGN LNG Regasifikasi 30 Kargo Pada 2026

"Karena bagaimanapun persoalan hujan, penanganan banjir selama satu bulan ini sampai setelah Imlek, bagi saya, setiap hari saya kontrol sendiri,” tegasnya.

Saat ditanya kembali mengenai kecukupan anggaran OMC, Pramono memastikan bahwa anggaran yang tersedia mencukupi untuk mendukung pelaksanaan operasi tersebut.
“Cukup Pokoknya, Karena anggarannya tidak seperti dulu. Dulu anggarannya hanya untuk modifikasi cuaca paling 3-4-5 kali. Ini mau sebulan pun akan diambil,” jelasnya.

Menanggapi pertanyaan terkait banjir yang terjadi pada Sabtu lalu, Pramono memastikan bahwa OMC tetap dilakukan pada saat itu.

“Oh dilakukan OMC. Dilakukan, kalau tidak dilakukan lebih dari itu,” ujarnya.

Namun demikian, Pramono mengakui bahwa faktor distribusi hujan turut memengaruhi dampak banjir. Pada kejadian tersebut, curah hujan terkonsentrasi di wilayah Jakarta Utara.

Baca juga : Bongkar Tiang Monorel Mangkrak, Pramono Serius Benahi Infrastruktur Jakarta

“Cuma memang beginilah, karena dilakukan dan biasanya kalau melakukan kan konsentrasinya dari atas ke bawah,” tuturnya.

Ia menyebutkan bahwa curah hujan saat itu tercurah di Jakarta Utara, sehingga wilayah tersebut menjadi area yang paling terdampak banjir.

“Nah kemarin itu curah hujannya semuanya menumpuk di Jakarta Utara. 80% hujan itu Jakarta Utara,” pungkas Pramono Anung.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense