RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan optimalisasi transportasi publik menjadi andalan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mengatasi persoalan polusi udara di Ibu Kota.
“Persoalan polusi merupakan salah satu persoalan klasik di Jakarta yang hingga hari ini, harus saya akui secara jujur, belum sepenuhnya terselesaikan dengan baik," ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026).
Menurut Pramono, dibandingkan dengan persoalan klasik lainnya seperti banjir dan transportasi, isu sampah dan kualitas udara mulai menunjukkan perkembangan positif.
Sebagai langkah konkret, Pemprov DKI Jakarta membuka layanan TransJabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan sejumlah wilayah penyangga. Rute-rute baru tersebut diharapkan mampu menekan penggunaan kendaraan pribadi.
Baca juga : Pramono Pastikan 270 Ribu Peserta PBI BPJS Dapat Layanan Kesehatan di Jakarta
“Langkah pertama yang kami ambil sejak awal adalah membuka layanan TransJabodetabek. Rutenya antara lain Blok M–Alam Sutera, Blok M–PIK 2, Blok M–Bogor, Blok M–Sunter, serta rute dari Bekasi ke Dukuh Atas dan Bekasi ke Cawang, termasuk dari Sawangan hingga Ciledug dan wilayah lainnya," katanya.
Ia menekankan bahwa tujuan utama kebijakan tersebut adalah untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi, yang menjadi salah satu penyumbang polusi udara terbesar di Jakarta.
“Kita mengetahui bahwa setiap pagi dan sore hari, sekitar empat juta orang masuk dan keluar Jakarta, yang menjadi salah satu penyumbang utama polusi udara," jelasnya.
Pramono menambahkan bahwa peningkatan kualitas dan jangkauan layanan transportasi publik menjadi kunci dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Baca juga : Jelang Lebaran, Pemerintah Siapkan Bansos Pangan untuk 35 Juta Keluarga Miskin
“Oleh karena itu, penggunaan transportasi pribadi harus dikurangi dengan mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik," jelas Pramono.
Saat ini, menurutnya, tingkat konektivitas transportasi di Jakarta telah mencapai sekitar 92 persen. Dalam pemaparannya, Pramono turut menyinggung capaian Jakarta dalam sistem transportasi publik di tingkat global.
“Bahkan, Jakarta kini menempati peringkat ke-17 sebagai kota dengan sistem transportasi publik terbaik di dunia," jelas Pramono.
Ia memastikan bahwa pengembangan TransJabodetabek akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya jangka panjang meningkatkan kualitas udara dan kenyamanan mobilitas warga.
Baca juga : Arab Terbitkan Paspor Untuk Unta Tercantik
“Kemacetan merupakan penyumbang emisi terbesar, sehingga melalui pengembangan TransJabodetabek, perluasan MRT, serta optimalisasi LRT, kami berharap semakin banyak masyarakat yang sadar dan bersedia menggunakan transportasi umum," tutup Pramono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.