BREAKING NEWS
 

Agar Pendatang Ke Jakarta Nggak Jadi “Pak Ogah”

Ngadu Nasib, Tak Cukup Hanya Bermodal Nekat

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Rabu, 25 Maret 2026 06:25 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth. (Foto: Instagram/kennethhardiyanto)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempersilakan masyarakat dari luar kota yang ingin mengadu nasib ke Ibu Kota. Meski begitu, para calon perantau diingatkan harus siap mental dan memiliki keterampilan.

Sebagai kota inklusif, Jakarta terbuka untuk siapa saja. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen tidak akan menerapkan operasi yustisi atau pemeriksaan khusus terhadap pendatang baru usai libur Idul Fitri. 

Namun, pendatang yang ingin mengadu nasib di Ibu Kota perlu membekali diri dengan keterampilan. Jangan hanya modal nekat. 

Komitmen tersebut didukung Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth. Menurut Kent, sapaan Hardiyanto Kenneth, fenomena kedatangan pendatang baru, merupa kan hal yang tidak dapat dihindari Jakarta sebagai Ibu Kota dan pusat ekonomi nasional. 

Kent menyebut, Jakarta selama ini menjadi magnet peluang, sekaligus harapan bagi masyarakat dari berbagai daerah. Namun, dia mengingatkan, keterbukaan Jakarta tidak berarti tanpa batas dan tanpa arah. 

Baca juga : Garuda, Siap Tempur Di FIFA Series

Kent menekankan pentingnya kesiapan bagi setiap pendatang yang ingin mengadu nasib di Jakarta. “Pendatang baru harus benar-benar mempersiapkan diri dengan baik. Bekal utama yang harus dimiliki adalah keahlian, kompetensi, serta tujuan yang jelas,” kata Kent, Selasa (24/3/2026). 

Kent bilang, datang ke Jakarta tidak cukup hanya bermodal nekat. Para pendatang diharapkan memiliki rencana yang matang, serta niat untuk berkontribusi secara produktif, bukan sekadar mencoba peruntungan. 

Sebab, menurutnya, urbanisasi yang tidak diiringi kesiapan akan menimbulkan persoalan sosial dan jadi beban bagi Jakarta. “Saya tidak ingin melihat pendatang yang akhirnya menjadi Pak Ogah, manusia gerobak, atau bahkan terjerumus ke dalam tindakan kriminal. Hal ini harus menjadi perhatian bersama,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut. 

Adsense

Kent menambahkan, kondisi tersebut tidak hanya merugikan individu. Tetapi juga akan berdampak pada ketertiban umum serta citra Jakarta sebagai kota metropolitan. 

Karena itu, Anggota Komisi C DPRD DKI ini, mendorong agar para pendatang juga membawa semangat investasi, sekecil apa pun bentuknya. Dia menilai, langkah tersebut dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. 

Baca juga : Naik Podium Moto3 Brasil, Veda Ega Mulai Dilirik Tim Besar

“Misalnya dengan membuka usaha mandiri, memberdayakan UMKM, atau bahkan menciptakan lapangan kerja. Hal tersebut akan sangat membantu perekonomian, sekaligus mendukung program Pemerintah Jakarta,” harapnya. 

Pemprov DKI Jakarta bersama Jajaran DPRD, lanjut Kent, akan terus mendorong kebijakan penataan urbanisasi yang lebih terarah. Hal itu dilakukan melalui penguatan ekonomi di daerah asal, peningkatan keterampilan tenaga kerja, hingga pengawasan sosial di Ibu Kota. 

“Kami percaya, dengan niat baik dan kerja keras, para pendatang bisa menjadi bagian dari solusi, bukan beban. Kota Jakarta bukan hanya tempat mencari penghidupan, tapi juga ruang untuk berkontribusi dan tumbuh bersama,” pungkasnya. 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin datang untuk mencari pekerjaan maupun kesempatan hidup yang lebih baik. 

“Sehingga, saya tidak akan memerintahkan untuk menga dakan yustisi atau screening untuk itu,” kata Pram, Selasa (17/3/2026). 

Baca juga : PM Korsel Tunda Ke China, Fokus Urus Krisis Energi

Pram menyebut, sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional, Jakarta memberikan banyak peluang kerja bagi masyarakat. “Tetapi, dalam kondisi dunia yang seperti ini, ketika terjadi perang di mana-mana, Ukraina versus Rusia, sekarang di Timur Tengah ada Israel dan Amerika versus Iran, kita harus penuh kehati-hatian,” jelasnya. 

Dia mengingatkan, masyarakat yang berencana merantau ke Jakarta agar mempersiapkan diri dengan kemampuan dan keterampilan yang memadai. 

Karena, lanjut Pram, persaingan di Jakarta sangat ketat, sehingga membutuhkan kesiapan mental dan keterampilan yang memadai agar dapat bertahan. “Kehidupan di Jakarta tidak seperti yang digambarkan bahwa baik-baik saja, ternyata tidak,” tandasnya. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense