BREAKING NEWS
 

Program Mudik ke Jakarta Dongkrak Transaksi Hingga Rp 21 Triliun

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Rabu, 25 Maret 2026 17:47 WIB
Sejumlah wisatawan menikmati hiburan musik Betawi di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, Senin (23/3/2026). Libur Lebaran dimanfaatkan warga untuk berwisata, dengan Kota Tua yang tetap menjadi salah satu destinasi favorit karena sajian atraksi seni dan budaya. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat capaian signifikan dalam pelaksanaan program “Mudik ke Jakarta” selama periode Idulfitri tahun ini. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mengungkapkan bahwa nilai transaksi sementara telah mencapai puluhan triliun rupiah. 

“Seperti yang kami sampaikan mengenai transportasi publik yang kemarin kami gratiskan tanggal 21-22 Maret, tercatat bahwa penggunanya cukup tinggi,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (15/3/2026). 

Dari sisi transportasi publik, lonjakan jumlah penumpang terlihat jelas selama masa libur Lebaran. Data menunjukkan bahwa pengguna MRT mencapai 135.117 penumpang atau meningkat 59 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

“Jadi tahun lalu juga kita gratiskan, tetapi tahun ini penumpangnya lebih tinggi. LRT 9.987 penumpang, naik 6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” lanjutnya.

Baca juga : Dukung Program Mudik BUMN, Jamkrindo dan IFG Group Berangkatkan 25.304 Pemudik

Selain transportasi, sektor pariwisata juga mengalami peningkatan kunjungan yang cukup signifikan. Sejumlah destinasi wisata unggulan di Jakarta dipadati masyarakat selama libur Idulfitri, menunjukkan tingginya minat wisata lokal.

“Kawasan Monas dari tanggal 22 sampai 24 Maret yang berkunjung sejumlah 126.790 pengunjung. Kebun Binatang Ragunan 222.991 pengunjung. Ancol 155.000 pengunjung,” jelasnya.

Adsense

Program “Mudik ke Jakarta” dinilai mendapat respons positif dari masyarakat. Pemerintah DKI Jakarta pun terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan dampak ekonomi dari program tersebut.

Program ini berlangsung hingga 31 Maret dengan melibatkan berbagai kolaborator, seperti maskapai penerbangan, operator kereta api, hotel, destinasi wisata, pusat perbelanjaan, hingga berbagai promo menarik untuk masyarakat.

Baca juga : Arus Mudik Ke Jawa Meningkat, Rekayasa Lalin Diperkuat

“Sampai dengan sebelum Lebaran kemarin, rekor transaksinya sudah 21 triliun rupiah, dan kami berharap mudah-mudahan sampai dengan 31 Maret nanti bisa di atas 25 triliun rupiah, mudah-mudahan,” ujarnya.

Tidak hanya di Jakarta, program ini juga memberikan dampak ekonomi di berbagai daerah lain. Sejumlah kota turut mencatat transaksi yang cukup besar dari program serupa.

“Dan program Mudik ke Jakarta juga ternyata diikuti oleh berbagai provinsi, di antaranya adalah dari Semarang dengan transaksi 8 miliar rupiah, kemudian Surabaya 6,2 miliar rupiah, dan seterusnya,” kata Pramono.

Di sisi pelayanan publik, Pemprov DKI Jakarta memastikan bahwa seluruh layanan tetap berjalan dengan baik selama periode mudik Lebaran. 

Baca juga : Program Mudik Gratis Presisi 2026 Disambut Antusias, 32 Ribu Pemudik Daftar

“Pemerintah DKI Jakarta memastikan bahwa pelayanan publik alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik. Selama mudik Lebaran ini relatif tidak ada keluhan tentang pelayanan publik di lapangan,” imbuhnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense