RM.id Rakyat Merdeka - Anggota DPRD DKI Jakarta Ongen Sangaji melontarkan kritik keras kepada salah satu kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Kritik itu terkait respons berlebihan terhadap imbauan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung soal pembangunan lapangan padel.
Ongen minta jajaran kepala dinas, camat hingga lurah tidak berlebihan alias “lebay” dalam menyikapi surat edaran yang dikeluarkan.
“Saya minta kepada Kepala Dinas Citata khususnya, jangan lebay dengan mengeluarkan surat edaran. Camat dan lurah juga agar tidak berlebihan dalam menyikapi surat edaran tersebut. Apalagi ada yang sampai mengancam membongkar lapangan padel yang sudah dibangun,” ujar Ongen dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).
Menurut dia, imbauan gubernur harus disikapi secara bijak oleh seluruh stakeholder di Jakarta. Pasalnya, kemarahan orang nomor satu di Ibu Kota itu hanya ditujukan pada dua lapangan padel yang diduga melanggar aturan.
Baca juga : Bupati Dan Wabup Lebak Dibina Gubernur Banten
“Tidak bisa disamakan dengan lapangan padel lainnya. Saat ini jumlahnya sudah lebih dari 450. Jangan karena dua yang bermasalah, semua ikut dipersoalkan,” tegasnya.
Ongen mengingatkan, pembangunan lapangan padel membutuhkan biaya miliaran rupiah. Karena itu, ia meminta pemerintah tidak sembarangan mengambil langkah pembongkaran, apalagi terhadap fasilitas yang sudah mendapat persetujuan warga melalui RT dan RW.
Anggota Fraksi NasDem ini menyebut, kondisi Jakarta yang sudah sangat padat pemukiman. Menurutnya, sulit mencari lahan pembangunan fasilitas olahraga yang jauh dari kawasan hunian.
“Kalau harus berjarak 160 meter dari perumahan atau berada di jalan dengan lebar zona 15 meter, jelas hampir tidak ada yang memenuhi. Ini harus jadi bahan koreksi agar kebijakan lebih realistis,” ujarnya.
Baca juga : Pimpin One Way Nasional Arus Balik Lebaran, Kapolri Imbau Utamakan Keselamatan
Lebih lanjut, Ongen menilai keberadaan lapangan padel membawa manfaat, seperti membuka lapangan kerja dan menjadi sarana aktivitas positif bagi masyarakat.
“Yang penting diatur jam operasionalnya. Kalau warga sudah menyetujui dan ada lahan parkir, saya kira tidak perlu lagi dipersoalkan,” katanya.
Dia juga menyoroti dampak positif bagi generasi muda. Menurutnya, olahraga padel bisa menjadi alternatif kegiatan sehat yang menjauhkan anak muda dari perilaku negatif.
“Setelah olahraga, mereka akan kelelahan dan beristirahat, bukan pergi ke tempat hiburan malam. Ini penting untuk menjaga generasi penerus bangsa,” tandasnya.
Baca juga : Pakai Dana Pribadi, Open House Gubernur Sultra Diserbu Warga
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau agar pembangunan lapangan padel baru di zona perumahan dibatasi. Operasionalnya juga diminta maksimal hingga pukul 20.00 WIB demi menjaga kenyamanan warga.
Selain itu, seluruh lapangan padel wajib memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Bagi yang melanggar, Pemprov DKI akan melakukan penyegelan hingga pembongkaran, terutama jika berdiri di atas ruang terbuka hijau (RTH).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.