RM.id Rakyat Merdeka - Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta mulai tancap gas. Rapat perdana dijadwalkan digelar pada Rabu (15/4/2026) sebagai langkah awal membenahi semrawutnya pengelolaan parkir di Ibu Kota.
Pembentukan pansus ini tak lepas dari masih banyaknya persoalan di lapangan. Mulai dari potensi kebocoran retribusi, maraknya parkir liar, hingga pelayanan yang dinilai belum maksimal bagi masyarakat.
Ketua Pansus Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta Jupiter menegaskan, pihaknya ingin memastikan sistem perparkiran ke depan lebih transparan dan tertib.
Baca juga : Pramono Kumpulkan Wali Kota, Pemprov DKI Fokus Perangi Ikan Sapu-Sapu di Kali
“Kami ingin pengelolaan parkir ke depan lebih transparan, tertib, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Jupiter, Selasa (14/4/2026).
Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI itu menjelaskan, pansus juga dibentuk untuk mencari solusi yang adil bagi semua pihak, baik masyarakat, pelaku usaha, maupun pemerintah.
“Ini bukan sekadar pengawasan, tapi juga upaya perbaikan sistem agar parkir di Jakarta lebih tertata dan tidak merugikan warga,” tegasnya.
Baca juga : Sanksi Tegas Pembuat Laporan Palsu Pakai AI
Dia mengakui, praktik tidak sehat di lapangan masih kerap terjadi. Parkir liar dan kebocoran pendapatan daerah menjadi persoalan klasik yang hingga kini belum tertangani secara optimal.
“Masih ada praktik-praktik yang tidak sehat, seperti parkir liar dan potensi kebocoran pendapatan daerah. Ini tidak boleh dibiarkan,” katanya.
Jupiter berharap, melalui pansus ini pengelolaan parkir di Jakarta bisa menjadi lebih bersih dan akuntabel. Ia juga memastikan tidak ada ruang bagi oknum yang merugikan masyarakat maupun daerah.
Baca juga : Pemain Asing Kembali, Arema FC Bidik 3 Poin di Markas Persita
“Kalau ditemukan pelanggaran, tentu akan kami rekomendasikan untuk ditindak tegas sesuai aturan,” tandasnya.
Diketahui, persoalan parkir liar di Jakarta kian mengkhawatirkan. Terbaru, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti penggunaan kawasan Depo MRT Lebak Bulus yang memakan badan jalan hingga mengganggu arus lalu lintas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.