RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama PAM JAYA terus memperkuat langkah strategis dalam memastikan ketersediaan air bersih yang berkelanjutan bagi seluruh warga ibu kota.
Upaya terbaru dilakukan melalui penjajakan kerja sama dengan Bin Zayed International, perusahaan global yang memiliki portofolio luas di sektor strategis. Penjajakan kerja sama ini bermula dari komunikasi awal antara kedua pihak, termasuk kunjungan Bin Zayed International ke Balai Kota DKI Jakarta untuk bertemu Gubernur.
Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menegaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak merupakan strategi penting dalam menjawab tantangan layanan air bersih di Jakarta.
"Arahan Bapak Gubernur dan Bapak Wagub sangat jelas, bahwa pemenuhan layanan dasar warga harus dilakukan secara serius, terukur, dan terbuka terhadap kolaborasi," kata Arief dalam keterangan resminya, Selasa (28/4/2026).
Baca juga : Pemprov DKI Klaim Hemat Rp 140 Juta Saat Pemadaman Listrik Peringatan Hari Bumi
Sebagai langkah konkret, kedua pihak telah menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) yang menjadi dasar awal kerja sama. NDA ini membuka peluang pertukaran data, kajian teknis, serta diskusi lebih rinci terkait pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Jakarta.
"PAM JAYA memiliki target besar untuk mencapai 100 persen cakupan layanan air minum di Jakarta. Karena itu, kami perlu membangun kerja sama dengan mitra-mitra yang memiliki kapasitas, pengalaman, teknologi, dan komitmen jangka panjang," katanya.
Selain memperluas cakupan layanan, PAM JAYA juga menghadapi tantangan dalam menekan tingkat Non-Revenue Water (NRW), terutama karena kondisi Jakarta yang padat dan kompleks secara infrastruktur.
"Pengurangan NRW menjadi salah satu pekerjaan besar PAM JAYA. Di Jakarta, tantangannya tidak sederhana karena kepadatan bangunan, jaringan utilitas yang kompleks, dan kebutuhan layanan yang terus meningkat," terang Arief.
Baca juga : Armada Laut Jadi Andalan Distribusi BBM Di Maluku
Selain pengembangan SPAM, Bin Zayed International juga menunjukkan ketertarikan terhadap proyek strategis lainnya di Jakarta, termasuk pembangunan Giant Sea Wall.
Hal ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global yang membutuhkan infrastruktur tangguh dan berkelanjutan.
PAM JAYA juga diketahui telah menjalin komunikasi dengan berbagai negara lain seperti Turki dan Swiss guna memperluas peluang kerja sama, baik dalam aspek teknologi maupun peningkatan kualitas layanan air bersih.
"Penandatanganan NDA ini bukan sekadar formalitas administratif. Ini adalah pintu masuk untuk memastikan setiap proses kerja sama dilakukan secara profesional, akuntabel, dan berbasis kajian yang matang," imbuhnya.
Baca juga : Zulhas Percepat Operasional Koperasi Desa Merah Putih
PAM JAYA berharap dapat memperluas kolaborasi strategis dalam penyediaan air bersih serta memperkuat infrastruktur perkotaan.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung visi Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.