RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta bergerak cepat melakukan pencegahan penyebaran Hantavirus, menyusul ditemukannya empat warga Ibu Kota yang terkena virus dari tikus tersebut.
Anggota DPRD DKI Jakarta Desie Christhyana Sari meminta Dinkes DKI melakukan langkah-langkah preventif dan menelusuri riwayat empat pasien tersebut. Mengingat, virus ini berpotensi mematikan pasiennya. Dari delapan pasien kasus Hantavirus, tiga di antaranya meninggal dunia. Tapi, bukan di Indonesia.
Hantavirus muncul di kapal pesiar ekspedisi MV Hondius saat melakukan pelayaran di kawasan Atlantik Selatan dan Antartika pada April 2026. Tiga penumpang meninggal dunia, yakni suami istri asal Belanda, dan satu warga Jerman.
Desie juga mengimbau masyarakat tetap waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan, demi mencegah penularan penyakit. Dia menyarankan warga proaktif memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, apabila meng alami gejala yang mengarah pada infeksi Hantavirus.
Baca juga : Chivu Bawa Inter Raih Gelar Ganda, Si Ular Besar Melilit Italia
“Khususnya saat mengalami gejala seperti demam, sesak napas, nyeri otot, atau keluhan lain setelah kontak dengan lingkungan yang berisiko,” kata Desie, Rabu (13/5/2026).
Hal ini, lanjut dia, untuk mencegah penyebaran virus tersebut kepada orang-orang lainnya. “Gerakan hidup sehat juga perlu digencarkan untuk berjaga-jaga,” pesan Anggota Fraksi Partai Demokrat dari daerah pemilihan Jakarta Pusat ini.
Kepala Dinkes DKI Ani Ruspitawati menjelaskan, dari empat kasus yang ditemukan, tiga pasien telah sembuh dengan gejala ringan. Sedangkan satu pasien lainnya masih berstatus suspek, karena menunggu hasil laboratorium. “Penegakan diagnosisnya masih menunggu hasil laboratorium,” ujar Ani.
Dia menegaskan, Hantavirus bukan virus baru seperti Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Penyakit tersebut sudah lama dikenal dan terus dipantau perkembangannya oleh otoritas kesehatan.
Baca juga : Dipuji Legenda Balap Jepang, Veda Ega Rookie Paling Fenomenal
Menurutnya, penularan Hantavirus terjadi dari tikus ke manusia melalui air liur, urine, atau kotoran tikus yang mencemari lingkungan, lalu terhirup manusia melalui debu maupun kontak langsung.
Menurut Ani, Hantavirus memiliki banyak varian. Namun, varian Andes yang dapat menular antarmanusia, sejauh ini hanya ditemukan di Amerika Selatan dan belum pernah ditemukan di Indonesia. “Jadi, kasus yang ada di sini, penularannya masih dari tikus ke manusia,” katanya.
Ani memastikan, pasien yang masih berstatus suspek, kini menjalani isolasi sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan, karena Hantavirus termasuk penyakit menular.
Dia menambahkan, Hantavirus di Jakarta bukan berasal dari klaster tertentu, termasuk bukan dari kapal pesiar. Melainkan, hasil pemantauan rutin sepanjang tahun. Karena itu, Dinkes DKI mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik.
Baca juga : Kuba Minta Blokade BBM Dan Sanksi Ekonomi Dicabut
Namun, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), rutin mencuci tangan, serta menggunakan masker dan alat pelindung saat berada di area yang berpotensi terkontaminasi tikus. “Selain itu, pengendalian tikus juga penting dilakukan,” tandasnya. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.