Sebelumnya
Karena itu, Ongen meminta Satpol PP menyiapkan sarana dan prasarana pengamanan yang memadai. Terutama di kawasan strategis, pusat aktivitas warga, dan lokasi dengan tingkat kerawanan tinggi.
Dia menambahkan, keberadaan Pos Satpol PP harus mampu mempercepat komunikasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), sehingga penanganan gangguan keamanan dan ketertiban umum dapat dilakukan lebih cepat. “Hal ini penting untuk menangani tingkat kriminalitas yang sangat mengkhawatirkan,” tegasnya.
Dalam rapat ini, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengakui, isu keamanan lingkungan masih menjadi perhatian utama masyarakat.
Baca juga : Spanyol Favorit Juara Piala Dunia
Menurut Satriadi, berdasarkan hasil reses DPRD yang masuk ke Satpol PP, banyak usulan warga terkait tawuran, patroli wilayah rawan, penataan pedagang kaki lima (PKL), bangunan liar, parkir liar, fasilitas umum, hingga sistem pengawasan digital.
“Distribusi usulan menunjukkan, isu ketentraman dan ketertiban umum, masih menjadi perhatian masyarakat. Terutama terkait tawuran dan keamanan lingkungan,” ujar Satriadi.
Dia menjelaskan, dari total 133 usulan reses yang masuk, sebanyak 85 usulan atau sekitar 64 persen, diterima untuk ditindaklanjuti. Penanganannya di lakukan melalui penegakan Perda dan Peraturan Gubernur (Pergub), patroli wilayah, sosialisasi, hingga pengimbauan.
Baca juga : Indonesia Open, Jojo Pasang Target Juara
Dorongan penguatan pengamanan itu juga sejalan dengan data Polda Metro Jaya. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Polda Metro Jaya mengungkap 171 kasus pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor. Dari jumlah itu, polisi menetapkan 103 orang sebagai tersangka.
Satriadi mengakui, keterbatasan personel, masih menjadi tantangan besar bagi Satpol PP DKI Jakarta. Saat ini, jumlah personel hanya sekitar 5.000 orang. Bahkan, hampir 80 persen di antaranya berusia di atas 45 tahun.
Padahal, kata dia, tugas Satpol PP lebih banyak bertumpu pada kerja lapangan yang membutuhkan stamina dan mobilitas tinggi. Karena itu, Satriadi mendorong adanya regenerasi melalui rekrutmen rutin personel baru. “Kalau bisa, minimal dua sampai tiga tahun sekali, rutin ada penerimaan di Satpol PP. Jadi, ada penyegaran terus,” katanya.
Baca juga : Trump Maki Netanyahu: Anda Benar-benar Gila!
Selain penambahan personel, Satriadi juga menyinggung kebutuhan sarana dan prasarana, termasuk pembangunan Markas Komando (Mako) Satpol PP yang sempat tertunda.
Dia berharap, kebutuhan tersebut menjadi perhatian dalam perencanaan daerah, agar penguatan Satpol PP dapat berjalan, seiring dengan peningkatan kapasitas personel di lapangan. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.