BREAKING NEWS
 

Tanah Labih dan Sering Berlubang , Jalan Kebon Sirih Jakpus Kini Dibeton

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Rabu, 22 Juli 2026 11:25 WIB
Alat berat di tengah Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengubah metode perbaikan Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, setelah hasil evaluasi menunjukkan kondisi tanah di bawah ruas jalan tersebut labil. 

Perbaikan yang sebelumnya menggunakan lapisan aspal kini dilakukan dengan metode pembetonan agar kerusakan yang berulang dapat diatasi secara lebih permanen.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan pekerjaan perbaikan Jalan Kebon Sirih saat ini ditargetkan rampung sesuai kontrak pada September 2026. 

"Kalau secara kontrak September ya, yang Kebon Sirih," kata Heru di Balai Kota Jakarta, dikutip Rabu (22/7/2026). 

Baca juga : 5 Tanda Lingkungan Belajar yang Utamakan Inklusivitas

Heru menjelaskan perbaikan tidak dilakukan pada seluruh ruas jalan, melainkan sepanjang 345 meter. Saat ini pekerjaan masih difokuskan pada lajur tengah, kemudian akan dilanjutkan ke sisi jalan setelah tahap pertama selesai dikerjakan. 

"Sepanjang 345 meter aja. Sepanjang itu aja. Kan sekarang masih yang tengah nih kita kerjain. Yang tengah selesai, nanti lari ke pinggir," ujar Pramono. 

Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui bahwa tanah di lokasi memiliki karakteristik labil sehingga penggunaan aspal dinilai tidak lagi efektif. 

Adsense

"Jadi Kebon Sirih itu jalannya setelah kita aspal berapa bulan kemudian ini selalu bleeding aspalnya, selalu rusak, rusak, rusak. Ya? Setelah kita evaluasi, setelah kita pakai geo-radar, tanahnya ini labil. Nah, kalau kita aspal lagi akan terjadi seperti itu. Makanya kami lakukan dengan pembetonan," jelas Pramono. 

Baca juga : Masih Saling Serang, Perdamaian AS-Iran Hanya Di Atas Kertas

Heru menambahkan metode pembetonan juga berpotensi diterapkan di ruas jalan lain di Jakarta apabila hasil kajian menunjukkan kondisi tanah yang serupa. Namun hingga saat ini, Jalan Kebon Sirih menjadi lokasi utama yang memerlukan perubahan metode konstruksi karena kerusakannya terjadi secara berulang. 

"Kalau memang ada jalan seperti itu ya akan kita tangani," katanya. 

Sebelumnya, Berdasarkan pantauan RM.id di lokasi sekitar siang hari, antrean kendaraan mengular sejak memasuki area proyek. Mobil pribadi, sepeda motor, bus Transjakarta, hingga kendaraan logistik terlihat bergerak perlahan saat melintasi ruas yang sedang diperbaiki.

Sebuah ekskavator tampak mengeruk lapisan jalan di lajur tengah Jalan Kebon Sirih. Area proyek dipagari barrier sehingga ruang bagi kendaraan melintas menjadi lebih sempit. Dari tiga lajur, hanya dua lajur yang dapat dilalui kendaraan. 

Baca juga : Waspada Kejahatan Digital, Perlindungan Harus Diperkuat

Akibatnya, kapasitas jalan berkurang dari tiga lajur menjadi dua lajur. Kondisi tersebut memicu perlambatan arus lalu lintas, terutama ketika volume kendaraan meningkat pada jam sibuk.

Lebih lanjut, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menjelaskan bahwa proyek peningkatan Jalan Kebon Sirih saat ini masih memasuki tahap pertama.

"Kami sampaikan bahwa saat ini peningkatan jalan tersebut sedang berlangsung di tahap 1, yaitu peningkatan jalan di lajur tengah. Setelah tahap 1 selesai, pekerjaan akan berlanjut pada tahap dua yaitu peningkatan jalan di lajur kanan, kemudian dilanjutkan di tahap ketiga yaitu peningkatan jalan di lajur kiri," kata Wenny dalam keterangan resminya, Jumat (17/7/2026).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense